unique visitors counter
⌂ Beranda › Sports › Juara Dunia di Usia 19 Tahun, Kapten Prancis di Real Madrid: Sisi Lain Kylian Mbappe yang Kini Dikecam China
Sports

Juara Dunia di Usia 19 Tahun, Kapten Prancis di Real Madrid: Sisi Lain Kylian Mbappe yang Kini Dikecam China

Juara Dunia di Usia 19 Tahun, Kapten Prancis di Real Madrid: Sisi Lain Kylian Mbappe yang Kini Dikecam China
Kylian Mbappe dalam sesi latihan bersama Real Madrid. (Foto: Marca)
A A Ukuran Teks16px

Di lapangan, Kylian Mbappe adalah momok bagi pertahanan lawan. Di luar lapangan, kapten Tim Nasional Prancis itu kini menghadapi gelombang kecaman dari China — dipicu candaannya soal Mao Zedong di sebuah acara televisi.

Bintang dengan Rekam Jejak Piala Dunia Langka

Mbappe, yang nama lengkapnya Kylian Mbappe Lotti, menempati jajaran pesepak bola profesional terbaik dunia asal Prancis. Berposisi sebagai penyerang, ia membela klub Spanyol, Real Madrid, dan memimpin timnas negaranya sebagai kapten. Senjata utamanya adalah kecepatan luar biasa, dribel yang memukau, serta penyelesaian akhir yang sangat mematikan di depan gawang.

Namanya meledak di Piala Dunia 2018 di Rusia: baru berusia 19 tahun, ia mencetak gol di laga final, mengantar Prancis juara, dan dinobatkan sebagai Pemain Muda Terbaik. Pada edisi 2022 di Qatar, Prancis yang dibelanya harus puas sebagai runner-up, tetapi Mbappe membawa pulang Golden Boot sebagai pencetak gol terbanyak — termasuk hat-trick yang ia bukukan di partai final. Kiprahnya berlanjut di Piala Dunia 2026 yang baru usai, tempat ia mengukuhkan diri di jajaran pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.

Satu Candaan di Acara TV yang Berbuntut Panjang

Masalah bermula di The Bridge, sebuah acara televisi Prancis. Saat topik pembicaraan menyentuh meme tentang dirinya, Mbappe mengaku sering tertawa melihat meme yang beredar di media sosial — termasuk gambar fotonya yang ditempelkan pada wajah Mao Zedong, mendiang pemimpin China. Ia menyebut video seorang pria yang ia sangka seorang diktator China sebagai meme yang paling menghiburnya.

Menurut laporan Channel News Asia tertanggal Rabu, 28 Oktober 2026 yang menjadi rujukan pemberitaan ini, potongan tersebut kemudian viral. Masyarakat dan pemerintah China dinyatakan sakit hati dan kecewa terhadap sikap sang pemain.

Beijing Angkat Bicara

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, menanggapi persoalan ini dalam konferensi pers resmi. Ia menyampaikan bahwa pihaknya mencermati laporan-laporan yang beredar, seraya menegaskan bahwa setiap retorika atau tindakan yang melukai perasaan rakyat China pasti ditolak oleh berbagai kalangan di China.

Mbappe disebut telah meminta maaf secara terbuka atas kegaduhan ini. Meski begitu, menurut pemberitaan tersebut, kecaman dari masyarakat China terhadapnya masih terus berdatangan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru