Motorola Signature 27 mulai terendus melalui basis data Geekbench 7.1 sebelum peluncuran resminya.
Ponsel ini diposisikan sebagai penerus langsung Motorola Signature dan membawa lompatan arsitektur chipset.
Entri benchmark tersebut memperlihatkan skor single-core 3.313 poin dan multi-core 11.088 poin.
Snapdragon 2nm dan Konfigurasi CPU
Skor itu dicapai berkat chipset Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dari Qualcomm yang berbasis fabrikasi 2nm.
Prosesor ini mengusung delapan inti CPU yang terbagi dalam tiga kelompok kecepatan.
Tiga inti pertama berjalan pada 3,74 GHz, tiga inti berikutnya di 4,03 GHz, dan dua inti performa tertinggi menembus 5,01 GHz.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibanding Motorola Signature sebelumnya yang memakai Snapdragon 8 Gen 5 dengan batas clock hingga 3,8 GHz.
Pendahulunya dilepas di rentang harga premium sekitar Rp18,6 jutaan atau setara $1,049.
Data Geekbench juga mencatat memori terpasang sebesar 10,94 GB, yang mengindikasikan konfigurasi RAM 12GB.
Kapasitas ini dinilai ideal untuk menangani beban komputasi berat, termasuk pemrosesan kecerdasan buatan on-device dan aplikasi latar belakang.
Perangkat tersebut tercatat menjalankan Android 17 secara bawaan.
Kombinasi sistem operasi terbaru dan memori luas diharapkan menjaga responsivitas antarmuka serta eksekusi aplikasi harian.
Selain performa, Motorola Signature 27 dikabarkan mengusung panel layar dengan refresh rate 165Hz.
Spesifikasi pendukung yang telah dikonfirmasi juga mencakup kamera 200MP dan kerja sama dengan B&O.