unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Akun IG Ponari Dukun Cilik Batu Petir dari Jombang Apa? Ini Profil Anak yang Viral pada 2009
Hiburan

Akun IG Ponari Dukun Cilik Batu Petir dari Jombang Apa? Ini Profil Anak yang Viral pada 2009

Akun IG Ponari Dukun Cilik Batu Petir dari Jombang Apa? Ini Profil Anak yang Viral pada 2009
tanda tanya • pixabay
A A Ukuran Teks16px

Masih ingat Ponari, dukun cilik asal Jombang pemilik batu petir yang viral pada 2009? Belakangan, banyak warganet kembali mencari tahu akun Instagram miliknya.

Nama lengkapnya Muhammad Ponari Rahmatullah. Ia lahir pada 21 Juni 1999 di Jombang, putra dari Muhammad Mulyono dan Lilis Wulandari. Ponari berasal dari Dusun Kedungsari, Desa Balongsari, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Soal akun Instagram, ada hal penting yang harus disampaikan jujur sejak awal. Di sumber, akunnya tercetak tersensor sebagai "@ponari99***". Handle lengkapnya tidak ditampilkan oleh sumber, sehingga tidak dapat dituliskan di sini dan tidak patut dilengkapi dengan tebakan. Siapa pun yang mengaku mengetahui handle lengkapnya perlu memverifikasinya dari jalur lain, karena sumber artikel ini memang tidak memberikannya utuh.

Awal Mula Ponari Viral pada 2009

Ponari menjadi perhatian nasional pada 2009, saat usianya baru 9 tahun. Dikisahkan, ia tersambar petir saat bermain hujan, lalu menemukan sebuah batu. Batu itulah yang kemudian dikenal luas sebagai batu petir dan menjadi pusat perhatian publik.

Batu tersebut dipercaya warga berkhasiat menyembuhkan penyakit. Dalam praktik yang ramai saat itu, batu direndam ke dalam air, kemudian air rendamannya diminum oleh para pengunjung yang datang berobat. Perlu ditegaskan, khasiat itu adalah kepercayaan warga yang berkembang kala itu, bukan sesuatu yang terbukti secara medis.

Antusiasme publik saat itu sangat besar. Rumah Ponari di Jombang dipadati antrean pengunjung yang ingin berobat, perhatian datang dari berbagai daerah, hingga pejabat dan media ikut berdatangan. Fenomena dukun cilik ini pun menjadi salah satu peristiwa viral paling diingat pada masanya, jauh sebelum media sosial seramai sekarang.

Kabar Ponari Sekarang

Kini, menurut artikel sumber, Ponari berusia 27 tahun. Kehidupannya jauh berbeda dari masa viralnya dulu. Ia menjalani hidup yang tenang dan sederhana di Jombang, serta tidak lagi aktif mempromosikan pengobatan batu seperti dahulu.

Kembalinya nama Ponari ke pencarian publik menunjukkan betapa kuatnya ingatan kolektif masyarakat Indonesia terhadap fenomena tersebut. Pada masa itu, kabar tentang Ponari menyebar dari mulut ke mulut dan lewat liputan media, hingga orang-orang dari berbagai tempat rela datang langsung ke kampung halamannya di Megaluh, Jombang. Antrean di rumahnya menjadi gambaran betapa besar harapan masyarakat terhadap kesembuhan pada masa itu, sekaligus betapa mudahnya sebuah kepercayaan berkembang menjadi fenomena massal. Sekarang, belasan tahun berselang, konteksnya sudah sangat berbeda. Media sosial membuat sosok-sosok lama mudah ditemukan kembali dan dibicarakan ulang, tetapi untuk kasus Ponari, data yang tersedia justru terbatas: sumber hanya menampilkan akunnya dalam keadaan tersensor dan tidak memberikan handle lengkap. Keterbatasan itu sebaiknya diterima apa adanya. Menghormati privasi seseorang yang kini hidup tenang dan tidak lagi mencari perhatian publik adalah sikap yang jauh lebih baik daripada berusaha mengorek identitas akunnya dengan cara menebak-nebak.

Perubahan itu membuat kisah Ponari menarik untuk ditengok kembali: dari anak yang rumahnya dipadati antrean orang berobat, menjadi pria dewasa yang memilih kehidupan biasa. Dan bagi yang penasaran dengan akun Instagram-nya, jawaban yang jujur dari sumber yang ada hanyalah handle tersensor "@ponari99***", tanpa kelengkapan yang bisa dipastikan.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru