Apple dilaporkan menyiapkan MacBook Neo 2 sebagai penerus lini laptop terjangkaunya. Peningkatan utama ada pada kapasitas RAM 12GB dan penggunaan cip Apple A19 Pro.
Langkah ini diambil di tengah krisis industri memori DRAM global yang mengerek harga laptop komersial. Apple menargetkan volume produksi seri ini naik hingga dua kali lipat.
Generasi pertama MacBook Neo mengandalkan cip A18 Pro dengan RAM 8GB. Kombinasi itu cukup untuk aktivitas harian, tetapi terasa sempit saat puluhan tab dibuka bersamaan dengan aplikasi produktivitas.
Skor Geekbench A19 Pro Menembus Cip M4
Bocoran data Geekbench 6.7 memperlihatkan lompatan kinerja yang signifikan.
Pada pengujian single-core, A19 Pro mencatat sekitar 3.883 poin, melampaui A18 Pro yang meraih 3.589 poin.
Angka itu bahkan menempel ketat performa single-core cip Apple M4 yang mencatat 3.820 poin. Artinya, cip berbasis smartphone ini mampu bersaing dengan prosesor seri-M.
Pada beban multi-core, A19 Pro mengumpulkan 10.017 poin.
Pencapaian ini meningkat dari A18 Pro yang meraih 9.140 poin dan sejajar dengan kemampuan multi-core Apple M2 di angka 10.093 poin.
Skor single-core yang tinggi membuat pembukaan aplikasi, navigasi antarmuka, dan respons pengeditan dokumen terasa instan.
Sementara itu, skor multi-core setara M2 menandakan laptop ini sanggup menangani penyuntingan foto berkas besar hingga ekspor video 1080p dengan lancar.
Peningkatan RAM menjadi 12GB memberi ruang gerak lebih lega bagi macOS dalam mengelola background process. Sistem tidak perlu sering melakukan alokasi swap memory saat menjalankan multitasking menengah.
Dengan kombinasi cip A19 Pro dan RAM 12GB, MacBook Neo 2 diposisikan untuk efisiensi daya maksimal sekaligus kemampuan multitasking yang lebih memadai.
Peluncuran disebut menyasar paruh pertama tahun depan.