unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Hanya Disuruh Edit Menit 3–11, Pelamar Videografer Ini Mengaku Hasil Tesnya Dipakai Perusahaan Ryu Kintaro dan Dirinya Diancam
News

Hanya Disuruh Edit Menit 3–11, Pelamar Videografer Ini Mengaku Hasil Tesnya Dipakai Perusahaan Ryu Kintaro dan Dirinya Diancam

Hanya Disuruh Edit Menit 3–11, Pelamar Videografer Ini Mengaku Hasil Tesnya Dipakai Perusahaan Ryu Kintaro dan Dirinya Diancam
ruang kerja penyuntingan video. (Foto: We Design Motion)
A A Ukuran Teks16px

Pemilik akun Threads @manusia_1080p menceritakan pengalamannya melamar sebagai videografer dan editor di perusahaan Ryu Kintaro. Menurut pengakuannya, hasil tes penyuntingan video yang ia kerjakan diduga dipakai perusahaan untuk publikasi — dan ia mengaku mendapat ancaman. Semua ini masih pengakuan satu pihak, sebagaimana disampaikan dalam utasnya.

Rekrutmen itu, menurut ceritanya, berlangsung 3 Juli 2026. Tes editing dikerjakan langsung di kantor dengan PC perusahaan.

Project File Tertinggal di PC Kantor

Ia mengaku mendapat instruksi langsung dari editor internal perusahaan: yang boleh disunting hanya potongan menit ke-3 sampai menit ke-11, bukan satu video utuh. Karena seluruh pengerjaan dilakukan di lokasi, project file dan draf editannya pun tertinggal di PC perusahaan.

Persoalan muncul kemudian: menurut pengakuannya, tanpa kejelasan status lamarannya dan tanpa kompensasi, hasil tes tersebut diduga diunggah untuk kepentingan publikasi perusahaan. Kecurigaannya menguat setelah perusahaan membuka kembali lowongan serupa — tanda menurutnya bahwa ia tidak lolos — dan ia memilih menyampaikan persoalan ini lewat media sosial.

Klaim Ancaman: Alamat Rumah Akan Dilacak dari CV

Bagian yang membuat kisah ini ramai adalah pengakuan soal ancaman. Ia mengaku menerima pesan bernada intimidasi berupa ancaman pelacakan alamat rumah dengan menyalahgunakan data CV-nya, ditambah ancaman kekerasan fisik. Siapa pengirimnya, lewat aplikasi apa, dan kapan pesan itu datang, tidak dirinci dalam penjelasannya.

Jawaban Pihak Ryu: Ajakan Bertemu dan Tawaran Rp10 Juta

Akun @ryu_kintaro merespons dengan mengajak pelamar datang ke kantor untuk membicarakan persoalan ini secara terbuka. Pihak Ryu juga menyatakan bersedia membayar kompensasi Rp10 juta apabila tuduhan pemakaian hasil tes itu dapat dibuktikan — sebaliknya, bila tudingan tidak terbukti, pihaknya mempertimbangkan jalur hukum karena merasa nama baiknya dirugikan.

Ajakan bertemu itu ditolak pelamar. Demi keamanan dan keselamatan diri dari ancaman kekerasan yang ia ungkapkan, ia menyatakan tidak akan memenuhi panggilan pertemuan fisik. Ia mengaku sudah merekap dan menyimpan dengan aman bukti kehadiran saat tes, metadata, pengakuan tertulis, hingga bukti ancaman. Belum ada keterangan soal laporan polisi dalam penjelasan ini.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru