Kasus dugaan penyadapan ilegal yang disebut menyasar Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah tokoh membuat komika Pandji Pragiwaksono ketakutan. Di podcast Deddy Corbuzier di YouTube, ia mengaku kini curiga ponselnya sendiri mungkin sudah disadap.
Pernyataan itu dikutip dari podcast tersebut pada Kamis (5/11/2026). Sebagai latar, kasus ini mencuat setelah beredar isu penangkapan tiga jenderal polisi terkait dugaan penyadapan; polisi disebut telah menetapkan tiga tersangka berinisial LSP, ASN, dan EH, dan satu orang lain berinisial SU masih berstatus saksi.
Tidak Ada yang Aman
Ketakutan Pandji berangkat dari satu hal: di antara yang diduga disadap, ada nama-nama yang tidak mempunyai kasus — bukan hanya tokoh politik atau orang yang sedang berperkara. Artinya, siapa pun bisa menjadi sasaran, tak terkecuali Deddy Corbuzier, lawan bicaranya.
"Kalau presiden saja bisa disadap, apalagi kita?" ujarnya. Yang paling menakutkan baginya adalah para dosen, aktivis, dan orang-orang tanpa kasus yang diduga ikut disadap — masyarakat yang menjalani hidup senormal itu tetapi tetap bisa menjadi target.
Heran Deddy Tidak Lebih Takut
Pandji mengaku sampai sekarang tidak mengerti mengapa Deddy tidak lebih takut darinya menghadapi kabar ini. Ia mengajak membayangkan posisi masyarakat sipil biasa yang hidup normal, lalu menyadari bahwa kenormalan itu tidak memberi jaminan apa pun dari dugaan penyadapan.
