unique visitors counter
⌂ Beranda › Hiburan › Klarifikasi Hamda DF Usai Dituding Terlibat Kasus Pelecehan Saat Treatment Pelari, Coach Dafi hingga dr Tirta Ikut Bersuara
Hiburan

Klarifikasi Hamda DF Usai Dituding Terlibat Kasus Pelecehan Saat Treatment Pelari, Coach Dafi hingga dr Tirta Ikut Bersuara

Klarifikasi Hamda DF Usai Dituding Terlibat Kasus Pelecehan Saat Treatment Pelari, Coach Dafi hingga dr Tirta Ikut Bersuara
Ilustrasi pelari marathon di lintasan. • World's Marathons
A A Ukuran Teks16px

Terapis olahraga Hamda DF menyampaikan permintaan maaf dan klarifikasi setelah namanya dituding terlibat dugaan pelecehan terhadap pelari perempuan saat sesi treatment.

Nama Hamda DF, terapis yang kerap menangani para pelari, mencuat setelah dugaan pelecehan saat treatment diungkap secara terbuka di media sosial. Salah satu yang mengaku menjadi korban adalah akun @iamsarahra.

Dalam pengakuannya, @iamsarahra bercerita peristiwa itu terjadi tahun lalu saat ia menjadi pacer dan kakinya cedera. Awalnya ia mengira sentuhan yang diterimanya adalah bagian dari treatment, tetapi kemudian merasa perlakuan itu sudah melampaui batas. Ia juga menyebut ada saksi dalam kejadian tersebut.

Coach Dafi dan dr Tirta Buka Suara

Klarifikasi Hamda DF diunggah ulang oleh akun @dgpratamaputra. Coach Dafi menilai korban yang berani bersuara lebih dari satu orang, dan menurut penilaiannya dugaan perbuatan itu dilakukan secara sadar dan berulang serta merusak nama baik profesi pelatih dan terapis di industri wellness.

Sementara itu, dr Tirta berpendapat munculnya gairah saat treatment adalah hal yang wajar secara manusiawi, tetapi wajib dikendalikan. Menurutnya, kesalahan terletak pada pikiran pelaku, dan seorang pelari yang juga terapis olahraga seharusnya mampu mengendalikan diri. Kasus semacam ini, kata dia, merusak citra terapi pijat olahraga.

Permintaan Maaf Hamda DF

Dalam klarifikasinya melalui akun @hamdadf, Hamda DF meminta maaf kepada semua pihak yang merasa tidak nyaman. Ia mengaku menyesal, menanggapi persoalan ini dengan serius, dan berterima kasih kepada para pendukungnya. Ia juga berjanji terus belajar, memperbaiki diri, serta meningkatkan standar layanan agar kejadian serupa tidak terulang.

Perlu digarisbawahi, dugaan ini masih sebatas tudingan dan pengakuan di media sosial. Belum ada keterangan mengenai laporan polisi, proses hukum, atau pembuktian resmi, dan permintaan maaf Hamda DF bersifat umum — bukan pengakuan rinci atas perbuatan tertentu.

Detail peristiwa yang ditudingkan pun belum terbuka: tanggal dan lokasi treatment yang dipersoalkan tidak disebutkan, dan identitas maupun jumlah korban lain yang disebut-sebut belum dirinci. Karena itu, publik diimbau menyikapi kasus ini secara proporsional — memberi ruang bagi para pihak yang mengaku sebagai korban untuk bersuara, sekaligus tidak menghakimi sebelum ada kejelasan dari proses yang semestinya. Perkembangan berikutnya — apakah ada laporan resmi yang masuk atau langkah lanjutan dari pihak-pihak terkait — masih ditunggu untuk memberi titik terang pada kasus yang menyeret nama terapis pelari ini.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru