Malinda Kurniasari alias Malinda Zufar akhirnya buka suara setelah videonya menghina Hendi Pradjoko dengan kata "miskin" viral. Ia menyampaikan tiga klarifikasi, termasuk pengakuan dan klaim soal pemicu emosinya.
Perseteruan Malinda dengan Hendi Pradjoko, pihak rombongan elf, diduga berawal dari kesalahpahaman. Menurut versi Hendi, ia menurunkan rombongan elf di pinggir jalan karena rombongan itu berisi orang-orang tua. Ia mengaku dimarahi suami Malinda, yang menurut sang suami menilai menurunkan penumpang di pinggir jalan adalah tindakan terlarang.
Keduanya kemudian saling merekam, hingga muncul ucapan Malinda yang menghina "miskin" dan akhirnya viral di Instagram, Threads, TikTok, hingga X. Penyebaran lintas platform itu membuat peristiwa yang awalnya perselisihan di lokasi berubah menjadi perbincangan nasional, dan tekanan publik yang besar itulah yang kemudian mendorong Malinda menyampaikan klarifikasi berisi tiga poin utama mengenai pengakuan, klaim pemicu, dan klaim penyelesaian persoalan tersebut.
Tiga Poin Klarifikasi Malinda
Pertama, Malinda mengakui memang mengucapkan kata "miskin" kepada Hendi. Pengakuan itu ia sampaikan sebagai bagian dari klarifikasinya atas video yang terlanjur menyebar luas.
Kedua, Malinda mengklaim pemicu emosinya adalah tindakan Hendi yang menurutnya menyentuhnya hingga dua kali dengan kata-kata bernada menantang dan terkesan melecehkan. Ia mengunggah video di Threads yang dinilainya sebagai bukti sentuhan tersebut, dan menyatakan sentuhan itu terjadi di depan ibunya. Setelah peristiwa itu, ia mengaku khilaf dan emosi hingga mengeluarkan kata "miskin". Klaim sentuhan ini merupakan versi Malinda dan bertentangan dengan versi Hendi.
Ketiga, menurut Malinda, perseteruan keduanya sudah ditengahi kepolisian dan Hendi disebut sudah meminta maaf kepadanya. Namun klaim mediasi polisi dan permintaan maaf ini berasal dari Malinda saja dan belum diverifikasi secara independen.
Asal Daerah Belum Jelas
Di tengah ramainya perbincangan, banyak warganet mempertanyakan asal daerah Malinda. Hingga kini belum ditemukan informasi yang jelas mengenai hal itu, sehingga ia tidak dapat dipastikan berasal dari Jawa Timur maupun daerah lain.
Klarifikasi Malinda ini setidaknya memberi gambaran bahwa kedua pihak memiliki penjelasan yang berbeda atas peristiwa yang sama. Malinda mengakui ucapannya dan menyampaikan penyesalan lewat pengakuan khilaf, tetapi ia juga bersikukuh ada peristiwa yang mendahului ledakan emosinya. Di sisi lain, keterangan Hendi bertumpu pada persoalan penurunan rombongan elf yang berisi orang-orang tua. Tanpa verifikasi independen atas klaim mediasi polisi maupun klaim sentuhan, publik belum bisa memastikan versi mana yang sepenuhnya benar, dan persoalan ini masih terbuka untuk penjelasan resmi berikutnya.
