Luciano Spalletti membela kemenangan Juventus atas AZ Alkmaar. Pelatih Juventus itu mengkritik kebiasaan publik yang mengecilkan kemenangan timnya dengan alasan lawannya dianggap tidak terlalu kuat.
Juventus menang 2-1 di kandang AZ Alkmaar pada fase liga Liga Europa, Kamis, 5 November 2026 dini hari WIB. Kemenangan itu mengakhiri rekor kandang AZ Alkmaar yang tak terkalahkan selama tiga tahun.
"Terkadang, kemenangan kami selalu dianggap sepele karena lawan yang kami hadapi dianggap tidak terlalu kuat. Padahal, AZ adalah tim yang sangat kuat di kandang," kata Spalletti.
"Kami Pantas Mendapatkan Hasil Ini"
"Saya tidak akan membiarkan siapa pun meremehkan kemenangan ini. Kami bermain dengan sangat baik dan pantas mendapatkan hasil ini," ujar Spalletti. Ia menambahkan, kemenangan itu membuktikan Juventus bisa bersaing di level Eropa.
"Kami harus terus bekerja keras dan tidak boleh terlena. Kemenangan ini adalah bukti bahwa kami bisa bersaing di level Eropa," katanya.
Spalletti juga menyoroti cara publik menilai hasil pertandingan. "Kita selalu menilai sesuatu dari sudut pandang yang salah. Jika Juventus menang, orang-orang akan berkata bahwa lawan mereka lemah. Jika Juventus kalah, orang-orang akan berkata bahwa Juventus tidak memiliki kualitas," ujarnya.
"Kita harus mengubah cara berpikir ini. Kita harus menghargai setiap kemenangan, terutama ketika kita bermain di kandang lawan yang sulit," kata Spalletti.
Keberanian Ambil Risiko
Spalletti memuji keberanian para pemainnya mengambil risiko, bermain lebih ke depan, dan membawa permainan ke wilayah AZ, bukan hanya mengandalkan bertahan di bawah tekanan.
Ia juga mengkritik momen kebobolan Juventus. "Perhatian saya adalah cara kami kebobolan gol, ketika semua orang hanya menunggu untuk melihat siapa yang akan mengambil bola, sementara lawan dibiarkan bergerak," ujarnya.
"Saya terus mengatakan bahwa keputusan yang tidak diambil adalah hal terburuk yang mungkin terjadi, bahkan lebih buruk daripada keputusan yang salah," kata Spalletti. "Keragu-raguan, menunggu situasi berkembang, itulah yang tidak ingin saya lihat."
"Fakta bahwa kami datang ke sini dan menerima duel tersebut, bermain hingga ke wilayah mereka dan menerima tantangan itu, merupakan kemenangan terbesar," ujarnya. "Saya juga menyukai sikap para pemain di bangku cadangan, yang terus berteriak dan merasakan pertandingan seolah-olah mereka berada di lapangan."
Catatan Juventus di Eropa
Kemenangan atas AZ membuat Juventus menjadi satu dari tujuh klub yang masih tak terkalahkan di kompetisi musim ini hingga pertengahan fase liga. Benfica, Bournemouth, dan Ferencvaros masih mencatat rekor 100 persen, sementara Union SG, Olympiacos, dan Rennes juga belum terkalahkan.
Juventus juga hanya kalah dua kali dari 13 laga UEFA terakhir melawan tim Belanda, dengan delapan kemenangan dan tiga hasil imbang, serta selalu mencetak gol dalam 12 laga Liga Europa terakhir. Berikutnya, Juventus menghadapi Fiorentina pada Minggu, 8 November 2026 di Serie A, sebelum jeda internasional.