Profil Tampang Bayu Ahmadi Zakaria Pelatih Futsal Surabaya Diduga Lakukan Kekerasan pada Anak SD, Lengkap: Umur, Agama dan Akun Instagram
Viral Video Pelatih Futsal Surabaya Diduga Lakukan Kekerasan pada Anak SD, Netizen Buru Akun Instagram Bayu Ahmadi Zakaria
Dunia pendidikan dan olahraga di Surabaya dikejutkan dengan beredarnya video yang memperlihatkan seorang pelatih futsal melakukan tindakan kekerasan terhadap anak sekolah dasar (SD) dalam sebuah turnamen futsal. Insiden ini terjadi pada Minggu, 27 April 2025, di acara Turnamen Futsal U-12 2025 yang diselenggarakan oleh SMP Labschool Unesa 1 Surabaya. Pelaku yang diketahui bernama Bayu Ahmadi Zakaria kini menjadi sorotan publik, sementara akun Instagram pria tersebut gencar dicari netizen.
Viralnya Video Kekerasan yang Memantik Kemarahan Publik
Video berdurasi kurang dari satu menit yang beredar di media sosial menunjukkan momen mengerikan saat Bayu Ahmadi Zakaria, pelatih futsal dari SDN Simolawang Surabaya, membanting seorang siswa SD ke lantai lapangan. Dalam rekaman tersebut, anak tersebut tampak kesakitan dan sempat terduduk beberapa saat sebelum dievakuasi oleh panitia acara.
Kabar yang dihimpun menyebutkan, korban mengalami cedera fisik, termasuk lebam di bagian punggung dan luka memar di lutut. Kejadian ini sontak memicu kemarahan orang tua siswa, khususnya wali dari korban, yang tidak terima atas perlakuan kasar yang diduga dilakukan oleh pelatih yang seharusnya menjadi panutan.
Laporan Polisi dan Bukti Kuat yang Melibatkan Pelatih Futsal
Tidak lama setelah video viral, ayah korban melaporkan Bayu Ahmadi Zakaria ke Polrestabes Surabaya. Dalam laporan tersebut, pihak keluarga menyertakan bukti berupa rekaman video, foto kondisi fisik anak, serta kesaksian dari panitia dan peserta turnamen.
"Kami sudah terima laporan resmi dari keluarga korban. Saat ini penyelidikan sedang berjalan, dan kami akan memanggil saksi-saksi untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol. M. Rizal saat konferensi pers, Senin (28/4/2025).
Pihak penyelenggara turnamen juga turut memberikan keterangan. Mereka mengaku terkejut atas insiden tersebut dan menyatakan akan kooperatif memberikan data-data terkait acara yang diikuti oleh ratusan siswa SD/MI dari berbagai sekolah di Jawa Timur.
Netizen Geger: Cari Akun Instagram Bayu Ahmadi Zakaria
Sejak video viral, warganet ramai mencari akun Instagram Bayu Ahmadi Zakaria. Namun, hingga kini belum ditemukan akun media sosial yang terkonfirmasi milik pelatih futsal tersebut. Hashtag #BayuAhmadiZakaria dan #StopKekerasanAnak pun sempat menduduki trending topic di platform X (Twitter) dan Instagram.
Beberapa netizen menyayangkan ketiadaan jejak digital pelaku, yang diduga telah menghapus atau mengarsipkan akunnya pasca-viral. "Saya coba cari di Instagram, tapi tidak ada akun dengan nama Bayu Ahmadi Zakaria. Apakah dia sudah hapus akunnya?" tulis akun @futsal_lover123 di kolom komentar unggahan berita.
Dampak Sosial dan Protes dari Komunitas Pendidikan
Kasus ini memicu gelombang protes dari berbagai pihak, termasuk organisasi perlindungan anak dan komunitas pendidikan. Forum Orang Tua Murid Jawa Timur (FOTMJT) mengecam keras aksi kekerasan yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai pendidikan karakter.
"Seorang pelatih olahraga harusnya menjadi contoh disiplin dan sportivitas, bukan malah melakukan kekerasan. Kami mendukung penuh proses hukum yang berjalan agar pelaku dihukum seberat-beratnya," tegas Ketua FOTMJT, Siti Nurfadilah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Adi Prasetyo, mengatakan akan mengevaluasi seluruh program ekstrakurikuler futsal di sekolah-sekolah dasar. "Kami akan pastikan semua pelatih memiliki sertifikasi dan latar belakang bersih. Keselamatan dan kesejahteraan anak harus jadi prioritas utama," katanya.
Kasus Masih Diselidiki, Publik Tuntut Keadilan
Hingga Selasa (29/4/2025), Bayu Ahmadi Zakaria belum memberikan pernyataan resmi atas dugaan kekerasannya. Polrestabes Surabaya masih mengumpulkan bukti tambahan sebelum menetapkan status tersangka.
Sementara itu, netizen terus memantau perkembangan kasus melalui tagar #BayuAhmadiZakaria dan #JusticeForChild di media sosial. Banyak yang berharap insiden ini menjadi pembelajaran penting bagi dunia pendidikan dan olahraga di Indonesia.