Nama Syekh Ahmad Al Misry Disebut dalam Isu Dugaan Pelecehan Seksual Pendakwah Berinisial SAM
Profil--
Laporan dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang masuk ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menyeret perhatian publik setelah menyebut seorang pendakwah dengan inisial SAM sebagai terlapor.
Penyebutan identitas singkat tersebut langsung memicu berbagai spekulasi di media sosial mengenai siapa sosok yang dimaksud.
Terlapor Disebut Pendakwah yang Sering Tampil di Televisi
Kuasa hukum pelapor, Beny Jehadu, menyampaikan bahwa sosok yang dilaporkan merupakan ustaz yang dikenal luas oleh masyarakat.
Dalam penjelasannya, pendakwah tersebut disebut kerap tampil di sejumlah stasiun televisi swasta dan pernah terlibat sebagai juri dalam kompetisi hafalan Alquran.
Keterangan itu membuat perbincangan di ruang digital semakin ramai karena publik mencoba menebak identitas sosok berinisial SAM.
Nama Ustaz Solmed sempat ikut disebut dalam spekulasi tersebut. Namun kemudian muncul klarifikasi bahwa inisial SAM dalam laporan itu tidak merujuk kepada dirinya.
Nama Syekh Ahmad Al Misry Ikut Ramai Dibicarakan
Di tengah spekulasi yang berkembang, sebagian warganet di platform X turut mengaitkan kasus tersebut dengan Syekh Ahmad Al Misry.
Perhatian publik juga tertuju pada akun Instagram ulama tersebut yang diketahui membatasi kolom komentar.
Sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari Syekh Ahmad Al Misry terkait isu yang beredar di media sosial tersebut.
Ulama Asal Mesir yang Lama Berdakwah di Indonesia
Syekh Ahmad Al Misry dikenal sebagai pendakwah asal Mesir yang telah lama menetap di Indonesia.
Nama belakang Al Misry merujuk pada asal-usulnya sebagai orang Mesir, sementara kemampuan berbahasa Indonesianya membuat ceramahnya mudah dipahami oleh masyarakat.
Ia dikenal luas sebagai juri utama dalam program Hafiz Indonesia yang menampilkan kompetisi penghafal Alquran anak-anak di RCTI.
Setelah wafatnya Syekh Ali Jaber, sosoknya juga kerap disebut sebagai salah satu figur yang melanjutkan dakwah ulama Timur Tengah di Indonesia.
Selain itu, ia juga rutin mengisi ceramah dalam program Damai Indonesiaku di tvOne.
Dalam berbagai momentum Ramadan, ia juga sering hadir di sejumlah tayangan televisi lain, termasuk program Shodaqoh Yuk! di RTV serta program Khazanah dan Jazirah Islam di Trans7.
Dalam dakwahnya, Syekh Ahmad Al Misry dikenal membawa pendekatan moderat atau wasathiyah serta menekankan pentingnya memuliakan Alquran melalui perilaku dan akhlak.
Aktivitas dakwahnya juga dilakukan melalui kanal YouTube dan media sosial yang menjadi sarana menyampaikan kajian sekaligus mempererat hubungan keilmuan antara Al-Azhar di Mesir dan umat Islam di Indonesia.