Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Rafael Grossi menyatakan badan tersebut siap memverifikasi setiap kesepakatan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran.
Ia menekankan peran pemantauan dan verifikasi akan menjadi inti jika kesepakatan tercapai.
>>> Pakistan Klaim Kesepakatan AS-Iran Bisa Tercapai dalam 24 Jam
Pernyataan itu disampaikan Grossi di sela-sela seminar yang diselenggarakan IAEA untuk jurnalis di Wina, Austria, Jumat (14/6).
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan kesepakatan damai dengan Iran sudah dalam bentuk final dan bisa ditandatangani di Eropa dalam pekan ini.
Trump juga menyebut pemimpin tertinggi Iran telah menyetujui kesepakatan tersebut.
Peran Verifikasi IAEA
Grossi menjelaskan bahwa verifikasi adalah hal terpenting dari IAEA. Jika kedua pihak sepakat dan meminta IAEA melakukan verifikasi, ia harus meminta izin dari dewan gubernur.
"Ketika mereka menyetujui sesuatu dan meminta kami melakukan verifikasi, saya harus pergi ke dewan saya untuk meminta izin," ujar Grossi.
Ia juga menambahkan bahwa kesepakatan apa pun kemungkinan akan memerlukan langkah pemantauan yang komprehensif. "Kesepakatan akan komprehensif jika ada, dan kami harus melihat semuanya," katanya.
NPT dan Tantangan Global
Grossi menilai misi IAEA terus berkembang seiring perang Rusia-Ukraina, konflik Timur Tengah, dan isu global lainnya.
Ia menekankan pentingnya peran IAEA dalam memberikan kepercayaan terhadap operasi pembangkit listrik tenaga nuklir.
"Realitas saat ini adalah jika Anda ingin memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir dan tidak memiliki tinjauan sejawat serta pemeriksaan keselamatan oleh IAEA, tidak ada kepercayaan," kata Grossi.
>>> Kemensos dan KPTDP Rumuskan Kriteria Kelayakan Penerima Bansos
Ia juga menyoroti pentingnya mempertahankan Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) dan lembaga multilateral yang efektif. "NPT jauh dari sempurna, tetapi merupakan traktat yang relatif sukses.
