Pakistan dan Amerika Serikat menyatakan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri perang antara AS dan Iran hampir tercapai.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengatakan pada Sabtu bahwa perjanjian tersebut diharapkan rampung dalam 24 jam.
>>> Trump dan Pakistan Sebut Kesepakatan Akhir Perang Akan Ditandatangani Minggu, Iran Pertanyakan Waktu
Pakistan bersiap untuk penandatanganan elektronik, yang akan diikuti dengan pembicaraan teknis pekan depan.
Presiden AS Donald Trump menyebut perjanjian itu "dijadwalkan ditandatangani besok" dan Selat Hormuz akan segera dibuka kembali.
Kronologi Negosiasi
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan tidak ada penandatanganan pada hari Minggu. Ia membuka kemungkinan penandatanganan dalam beberapa hari ke depan.
Sebelumnya, pernyataan tentang terobosan yang akan segera terjadi tidak pernah terwujud.
Iran sempat baku tembak dengan AS dan Israel pada awal pekan, yang mengancam memicu perang skala penuh kembali.
Perang yang diluncurkan AS dan Israel pada 28 Februari telah mengguncang kawasan dan menghentikan hampir semua pengiriman minyak serta gas alam dari Teluk Persia.
Gencatan senjata rapuh telah berlaku sejak 7 April.
Program Nuklir Iran
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pada Jumat bahwa ketentuan terkait program nuklir Iran akan difinalisasi dalam 60 hari setelah perjanjian awal ditandatangani.
Para pihak dapat memutuskan untuk memperpanjang periode tersebut.
AS dan Israel khawatir program nuklir Iran dapat menghasilkan senjata atom, yang menjadi alasan utama mereka berperang. Teheran bersikeras bahwa upaya nuklirnya untuk tujuan damai.
Seorang pejabat senior AS yang berbicara dengan syarat anonim pada Jumat mengatakan bahwa kesepakatan yang muncul akan memulai proses penghancuran atau pemindahan uranium yang diperkaya tinggi milik Iran.
