unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Pramono Dukung Hukuman Berat untuk Pelaku Jambret WNA di Bundaran HI
News

Pramono Dukung Hukuman Berat untuk Pelaku Jambret WNA di Bundaran HI

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung
A A Ukuran Teks16px

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mendukung aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman berat kepada pelaku jambret yang menyasar warga negara asing (WNA) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat.

"Kalau udah tertangkap dihukum aja seberat-beratnya," kata Pramono usai meresmikan area klenteng Tian Fu Gong di PIK, Jakarta Utara, Minggu.

Menurut dia, tindakan kriminal jalanan seperti begal dan premanisme tidak boleh dibiarkan. Hal itu dapat mengganggu rasa aman masyarakat sekaligus mencoreng citra Jakarta sebagai kota global.

Pernyataan itu disampaikan setelah Pramono mendapat informasi bahwa pelaku jambret terhadap WNA tersebut telah berhasil diamankan aparat kepolisian pada Jumat (15/5) lalu.

Pramono mengaku sebelumnya belum mengikuti detail kasus tersebut. Namun, Pemprov DKI Jakarta mendukung penuh langkah aparat dalam memberantas aksi kriminalitas di ibu kota.

"Jakarta ini sekarang ini menjadi kota teraman nomor dua di ASEAN. Dan tentunya momentum ini harus dijaga bersama," ujar Pramono.

Dia menilai keamanan merupakan faktor penting bagi Jakarta sebagai pusat pemerintahan, bisnis, dan pariwisata.

Oleh karena itu, seluruh pihak diminta ikut menjaga situasi tetap kondusif agar masyarakat maupun wisatawan merasa aman beraktivitas di ruang publik.

Pramono juga secara khusus menyoroti praktik premanisme yang dinilai meresahkan dan tidak boleh mendapat ruang di Jakarta.

"Maka saya terhadap tindakan-tindakan yang premanisme dan sebagainya memberikan support sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan tegas," jelas Pramono.

Kronologi Penjambretan

Kasus penjambretan terhadap WNA di kawasan Bundaran HI sempat menyita perhatian publik. Peristiwa itu terjadi di salah satu titik paling ramai dan ikonik di ibu kota.

Kawasan tersebut dikenal sebagai pusat aktivitas warga, lokasi wisata, hingga area perkantoran yang kerap dikunjungi turis domestik maupun mancanegara.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Pusat memburu pelaku jambret telepon genggam milik WNA asal Italia di kawasan Bundaran HI.

"Unit Reskrim Polsek dibantu SatReskrim Polres masih berupaya untuk mengidentifikasi pelaku," kata Kapolsek Metro Menteng, Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Braiel Arnold Rondonuwu kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/5).

Menurut dia, korban yang merupakan WNA asal Italia itu sudah dimintai keterangan.

Kejadian tersebut terjadi pada Kamis (14/5) sore, saat korban sedang menggunakan telepon genggam di pinggir jalan di kawasan Bundaran HI.

Barang yang diambil berupa satu unit telepon genggam Motorolla Neo 60 yang sedang dipegang oleh korban.

Tiba-tiba, pelaku yang mengendarai sepeda motor berwarna merah mendekati korban dan langsung mengambil telepon genggam tersebut.

Korban sempat mencoba mengambil kembali telepon genggamnya, namun saat mengejar pelaku, korban terjatuh. Peristiwa penjambretan itu terekam kamera yang berada di dalam mobil salah satu pengendara.

Pramono menegaskan bahwa keamanan merupakan faktor penting bagi Jakarta sebagai pusat pemerintahan, bisnis, dan pariwisata.

Ia meminta seluruh pihak ikut menjaga situasi tetap kondusif agar masyarakat maupun wisatawan merasa aman beraktivitas di ruang publik.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru