unique visitors counter
⌂ Beranda News Rupiah Melemah ke Rp17.668 per Dolar AS, Tertekan Risiko Inflasi AS

Rupiah Melemah ke Rp17.668 per Dolar AS, Tertekan Risiko Inflasi AS

Rupiah Melemah ke Rp17.668 per Dolar AS, Tertekan Risiko Inflasi AS
Ilustrasi nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Senin (18/5/2026) melemah menjadi Rp17.668 per dolar AS. Sebelumnya, kurs rupiah berada di level Rp17.597 per dolar AS.

Pengamat ekonomi mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi meningkatnya risiko inflasi AS. Risiko itu didorong oleh tingginya harga minyak.

>>> Peringatan 78 Tahun Nakba Day di Kedubes Palestina, Tamu Tulis Pesan Kemanusiaan

IN2

Ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) dapat mempertahankan suku bunga tinggi untuk waktu yang lebih lama semakin menguat.

"Prospek kebijakan moneter ketat dari The Fed semakin menguat karena harga energi yang lebih tinggi jelas telah memperlambat kemajuan disinflasi," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Inflasi disebut semakin jauh dari target 2 persen The Fed.

in2

Selain itu, upaya mengakhiri perang AS-Israel di Iran tampak terhenti setelah pembangkit listrik tenaga nuklir di Uni Emirat Arab diserang.

Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan membahas opsi militer terhadap Iran. Pembicaraan pekan lalu antara Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping dinilai berakhir tanpa indikasi penyelesaian konflik AS-Iran.

Serangan drone di UEA dan Arab Saudi serta retorika dari AS dan Iran menimbulkan kekhawatiran eskalasi konflik.

>>> Pemerintah Perluas Uji Coba Digitalisasi Bansos di 42 Daerah

Pejabat UEA mengatakan mereka menyelidiki sumber serangan terhadap pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah.

UEA menegaskan memiliki hak penuh untuk menanggapi "serangan teroris" tersebut. Dari sisi domestik, pasar tersentak dengan pernyataan Presiden RI Prabowo Subianto.

Prabowo mengatakan sebagian besar masyarakat di daerah tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas sehari-hari. Dampak pelemahan rupiah pun dinilai tidak terlalu langsung dirasakan.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga melemah ke level Rp17.666 per dolar AS.

Sebelumnya, JISDOR berada di Rp17.496 per dolar AS.

Ibrahim menambahkan bahwa harga energi yang lebih tinggi telah memperlambat kemajuan disinflasi, mendorong inflasi semakin jauh dari target 2 persen The Fed.

>>> KemenPAN-RB Percepat Transformasi Digital ASN Hadapi Disrupsi AI

Sementara itu, serangan drone di UEA dan Arab Saudi serta retorika dari AS dan Iran disebut menimbulkan kekhawatiran akan eskalasi konflik.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru