Rektor ULM Prof Ahmad Alim Bachri mengatakan isu ketahanan pangan dan keberlanjutan kehutanan menjadi tantangan strategis.
Diperlukan kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat melalui penguatan pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.
Menurutnya, Fakultas Kehutanan ULM berperan penting menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan iklim dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
Kepala Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan Fathimatuzzahra menyatakan materi yang disampaikan Wamenko Pangan sejalan dengan implementasi program FOLU Net Sink 2030 di provinsi setempat.
Program tersebut meliputi rehabilitasi hutan dan lahan, penanaman dan pemeliharaan tanaman, serta fasilitasi Kelompok Tani Hutan.
Kegiatan itu bertujuan menjaga fungsi ekologis kawasan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan secara berkelanjutan.
Hanif menambahkan bahwa ancaman triple planetary crisis berupa perubahan iklim, kerusakan lingkungan, dan hilangnya keanekaragaman hayati menjadi tantangan serius bagi sektor pangan.
>>> KPK Geledah Rumah Pengusaha Pacitan Terkait Korupsi Bupati Ponorogo
Kerusakan hutan dapat meningkatkan risiko banjir, kekeringan, hingga penurunan produktivitas pertanian di berbagai wilayah Indonesia.