“Saya pikir tidak bisa diterima untuk mengatakan tidak, Anda tidak diterima di pelabuhan terbesar di Eropa,” kata syahbandar pelabuhan, René de Vries, kepada AP.
>>> Pemprov Maluku dan OJK Perkuat Sinergi untuk Stabilitas Keuangan Daerah
Sekitar dua lusin penumpang dan awak sudah dalam karantina di Belanda setelah tiba melalui serangkaian penerbangan dalam dua pekan terakhir.
Wabah di kapal telah mencapai setidaknya 11 kasus, sembilan di antaranya dikonfirmasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Tiga penumpang meninggal dunia, termasuk pasangan suami-istri asal Belanda yang diduga pertama kali terpapar virus saat mengunjungi Amerika Selatan.
Badan Kesehatan Masyarakat Kanada mengatakan salah satu dari empat warga Kanada yang diisolasi setelah meninggalkan kapal dinyatakan positif pada hari Minggu.
Informasi kasus akan dibagikan dengan WHO.
Delapan belas warga Amerika saat ini berada dalam pengawasan di fasilitas kesehatan khusus di Amerika Serikat yang dirancang untuk menangani penyakit menular berbahaya.
Otoritas rumah sakit publik Paris mengatakan pada Senin bahwa penumpang kapal pesiar asal Prancis yang dirawat karena hantavirus tidak dirawat dengan paru-paru buatan, tetapi masih dalam perawatan intensif.
Pekan lalu, seorang pejabat di Rumah Sakit Bichat mengatakan pasien menggunakan sistem pendukung kehidupan yang memompa darah melalui paru-paru buatan.
Dalam pernyataan Senin, otoritas rumah sakit mengatakan hal itu tidak terjadi, meskipun tingkat keparahan kondisi pasien “dapat menyebabkan perlunya menggunakan jenis perawatan ini.”
Organisasi tidak menjelaskan kesalahan tersebut atau memberikan komentar lebih lanjut tentang pasien dengan alasan privasi medis.
Institut Pasteur Prancis mengatakan pada Sabtu bahwa mereka telah mengurutkan sepenuhnya virus Andes yang terdeteksi pada seorang penumpang Prancis dari MV Hondius.
Hasilnya menunjukkan virus tersebut cocok dengan virus yang sudah dikenal di Amerika Selatan, tanpa bukti sejauh ini adanya karakteristik baru yang membuatnya lebih mudah menular atau lebih berbahaya.
Wabah hantavirus di MV Hondius merupakan kasus pertama yang diketahui terjadi di kapal pesiar. Perusahaan Belanda pemilik kapal mengatakan tidak memperkirakan adanya perubahan dalam operasinya.
>>> Ekonom: Dampak Pelemahan Rupiah pada Inflasi Mulai Terlihat Mei Ini
Kapal tersebut dijadwalkan melakukan pelayaran Arktik dari Keflavik, Islandia, pada 29 Mei.