unique visitors counter
⌂ Beranda News Hantavirus Dilaporkan Menular di Kalangan Militer Ukraina

Hantavirus Dilaporkan Menular di Kalangan Militer Ukraina

Hantavirus Dilaporkan Menular di Kalangan Militer Ukraina
Ilustrasi hantavirus
A A Ukuran Teks16px

Penyebaran hantavirus terkonfirmasi terjadi di kalangan personel militer angkatan bersenjata Ukraina di wilayah Sumy. Hal ini diungkapkan oleh lembaga penegak hukum Rusia kepada RIA Novosti.

Dokter Kiev, Irina Semenova, menyatakan bahwa hantavirus tersebar luas di kalangan personel militer Ukraina di wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikan kepada media Rusia.

>>> Vietnam Tetapkan 70 Teknologi Prioritas untuk Investasi dan Pengembangan

IN2

Faktor Penyebaran di Garis Depan

Menurut dokter itu, terdapat tikus, kondisi tidak higienis, dan lemahnya kekebalan tubuh di wilayah Ukraina yang berada di sektor garis depan.

Kondisi itu tentu berkontribusi pada penyebaran penyakit.

Wilayah Sumy merupakan salah satu daerah yang berbatasan langsung dengan Rusia. Kondisi medan perang membuat sanitasi sulit dijaga.

in2

Lembaga penegak hukum sebelumnya mengatakan kepada RIA Novosti bahwa penjaga perbatasan Ukraina di Wilayah Chernigov terus mengalami penurunan akibat hantavirus.

>>> Festival Kampung Dongeng di Tangerang Rayakan Hari Keluarga Sedunia

Wilayah Chernigov juga berada di perbatasan utara Ukraina.

Apa Itu Hantavirus?

Hantavirus adalah kelompok virus yang ditularkan ke manusia melalui kontak dengan hewan pengerat. Virus itu dapat menyebabkan demam berdarah dengan sindrom ginjal dan paru-paru.

Penularan terjadi melalui paparan urine, feses, atau air liur tikus yang terinfeksi. Infeksi dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.

Kasus hantavirus di kalangan militer Ukraina menunjukkan risiko kesehatan di zona konflik. Kondisi lingkungan yang buruk memperparah penyebaran virus.

>>> BGN Minta SPPG Utamakan Produk Lokal untuk Program MBG

Pemerintah Ukraina belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan ini. Sumber informasi berasal dari lembaga penegak hukum Rusia dan media RIA Novosti.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru