Badan Gizi Nasional (BGN) meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengutamakan produk lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menegaskan bahwa pasokan telur dan bahan pangan lain harus berasal dari dalam negeri.
>>> Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Aman, Berbeda dengan 1998
"SPPG diminta mengutamakan produk dan produksi lokal, termasuk untuk kebutuhan telur dalam Program MBG," ujarnya di Jakarta, Senin (18/5/2026).
Kebijakan ini bertujuan mendukung ekonomi peternak dan pelaku usaha lokal di masing-masing daerah.
Dadan menjelaskan bahwa mitra pelaksana MBG yang memiliki koperasi atau jaringan pemasok sendiri tetap harus menyerap hasil produksi peternak lokal.
Hal ini sejalan dengan arahan Presiden agar telur untuk Program MBG wajib berasal dari produksi dalam negeri.
"Sesuai keinginan Presiden, telur untuk Program MBG, terutama wajib menggunakan produksi lokal," tuturnya.
Standar Gizi dan Menu Lokal
Meski demikian, BGN tidak menetapkan menu nasional secara seragam.
Dadan menyebut bahwa BGN hanya menetapkan standar komposisi gizi untuk memastikan kualitas menu MBG.
"BGN tidak menetapkan menu nasional, tetapi membuat standar komposisi gizi," katanya.
Untuk itu, BGN menempatkan ahli gizi di setiap SPPG yang bertugas menyusun menu berdasarkan potensi pangan daerah dan kesukaan masyarakat setempat.
>>> MCB Siapkan Paspor Museum dan Cap untuk Tarik Kunjungan Wisatawan
Langkah ini diharapkan dapat memastikan kebutuhan nutrisi penerima program terpenuhi tanpa mengabaikan kearifan lokal.
Selain itu, penggunaan produk lokal juga diharapkan menjaga stabilitas harga hasil peternakan di tingkat produsen.
Program MBG dirancang memberikan manfaat ganda, yaitu pemenuhan gizi masyarakat dan penguatan ekonomi lokal.
Dadan menilai produksi telur dalam negeri saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan Program MBG jika distribusi dan penyerapan dilakukan optimal.
Ia meminta seluruh pelaksana program terus memperkuat kemitraan dengan peternak lokal.
"Selama produksi lokal tersedia dan kualitasnya baik, itu yang harus diprioritaskan. Program MBG memang dirancang agar mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal," ujarnya.
Kebijakan ini juga diharapkan mampu menjaga stabilitas harga hasil peternakan di tingkat produsen, karena Program MBG mesti memberikan manfaat ganda, baik dari sisi pemenuhan gizi masyarakat maupun penguatan ekonomi lokal.
Dadan menilai produksi telur dalam negeri saat ini masih mampu memenuhi kebutuhan Program MBG apabila distribusi dan penyerapan dilakukan secara optimal.
>>> Cavaliers ke Final Timur Usai Hancurkan Pistons 125-94
Oleh karena itu, ia meminta seluruh pelaksana program terus memperkuat kemitraan dengan peternak lokal di masing-masing daerah.