Cleveland Cavaliers menjadi tim pertama yang memastikan tempat di final Wilayah Timur NBA musim ini.
Mereka menumbangkan tuan rumah Detroit Pistons dengan skor telak 125-94 pada gim ketujuh babak semifinal, Senin (18/5) WIB.
>>> Ekonom: Satgas Deregulasi Perlu Mandat Kuat demi Yakinkan Investor
Donovan Mitchell menjadi motor kemenangan Cavaliers dengan mencetak 26 poin.
Ia mengaku sejak kekalahan dari Indiana tahun lalu, tim sudah menargetkan diri untuk bisa menembus babak Final NBA.
Pencapaian ini membuat Cavaliers bisa sedikit bernapas lega sebelum bersiap kembali dalam waktu 12 jam ke depan.
Kemenangan ini sekaligus membawa Cavaliers, yang menempati unggulan keempat, menyingkirkan Pistons sebagai unggulan pertama di Wilayah Timur.
Dominasi Cavaliers di Kandang Pistons
Cavaliers langsung mendikte tempo permainan sejak tip-off. Mereka melebarkan jarak keunggulan lewat torehan 15 poin dari Mitchell di kuarter ketiga.
Cleveland tampil sangat efisien dengan akurasi tembakan mencapai 50,6 persen. Mereka juga mendominasi area paint dengan keunggulan poin 58-34.
Selain Mitchell, Jarrett Allen dan Sam Merrill masing-masing menyumbang 23 poin. Evan Mobley juga tampil dominan dengan double-double: 21 poin dan 12 rebound.
>>> Houthi Yaman Tembak Jatuh Drone MQ-9 Reaper Milik AS di Marib
Pelatih Cavaliers Kenny Atkinson mengatakan, ketika tim bermain dengan kekuatan penuh, itu menjadi kunci.
"Kekuatan di kedua ujung lapangan dengan talenta yang kami miliki membuat kami sangat sulit dikalahkan," ujarnya.
Ini merupakan keberhasilan pertama Cavaliers menembus final wilayah sejak 2018. Capaian itu sekaligus menjadi yang terjauh sejak musim terakhir LeBron James berseragam klub tersebut.
Di babak final nanti, Cleveland akan menantang unggulan ketiga New York Knicks. Pertandingan pertama akan dimulai pada Rabu (20/5).
Sementara itu di kubu Pistons, Daniss Jenkins memimpin perolehan angka dengan 17 poin. Cade Cunningham dan Duncan Robinson masing-masing mencetak 13 poin.
Cunningham, yang perolehan poinnya tertahan 16 angka di bawah rata-rata efektivitasnya selama playoff, mengaku sangat kecewa. "Pertandingan itu sangat buruk.
Berada di kandang, kami ingin meraih kemenangan ini di depan para penggemar kami," ujarnya.
>>> KPAI: Kasus Anak Didominasi Masalah Keluarga dan Pengasuhan
Kekalahan ini memupus harapan Pistons untuk melaju ke final wilayah pertama mereka sejak 2008.