unique visitors counter
⌂ Beranda News Asosiasi Pengembang Nilai Tenor KPR 40 Tahun Perluas Akses MBR

Asosiasi Pengembang Nilai Tenor KPR 40 Tahun Perluas Akses MBR

Asosiasi Pengembang Nilai Tenor KPR 40 Tahun Perluas Akses MBR
Ilustrasi KPR rumah subsidi
A A Ukuran Teks16px

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengembang dan Pemasar Rumah Nasional (Asprumnas) Muhammad Syawali mengatakan tenor 40 tahun dapat menjadi solusi bagi masyarakat dengan penghasilan di bawah Rp2,5 juta per bulan untuk mengakses rumah subsidi.

"Program yang diimbau oleh Pak Presiden mencapai KPR 40 tahun tenor yang sangat bagus menjadi solusi buat banyak orang," ujarnya.

Simulasi BP Tapera

Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan Dana Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Sid Herdi Kusuma mengatakan simulasi pemerintah menunjukkan tenor 40 tahun dapat menurunkan cicilan rumah subsidi menjadi sekitar Rp773 ribu per bulan.

IN2

>>> Kemenhaj Optimalkan Perlindungan Jamaah Lansia saat Puncak Haji

Simulasi tersebut menggunakan rumah subsidi zona 1 dengan harga rumah Rp166 juta dan plafon pembiayaan sekitar Rp160,34 juta.

Berdasarkan simulasi BP Tapera, cicilan KPR FLPP sebesar Rp1.058.173 per bulan pada tenor 20 tahun, dan Rp860.740 per bulan pada tenor 30 tahun, hingga Rp773.154 per bulan pada tenor 40 tahun.

in2

Sid mengatakan skema tersebut dirancang untuk menjangkau pekerja dengan pendapatan rendah, termasuk sektor pertanian.

Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) yang digunakan BP Tapera menunjukkan rata-rata penghasilan pekerja sektor pertanian sekitar Rp2,43 juta per bulan.

Selain itu, simulasi juga menggunakan data upah minimum kabupaten/kota 2026 seperti Kabupaten Banjarnegara Rp2,32 juta, Wonogiri Rp2,33 juta, Sragen Rp2,33 juta, dan Blora Rp2,34 juta.

Menurut Sid, kemampuan maksimal mencicil masyarakat berada pada kisaran 30-33 persen dari pendapatan apabila tenor diperpanjang hingga 40 tahun.

Pemerintah sebelumnya menargetkan pembangunan dan pembiayaan 350 ribu rumah subsidi pada 2026 melalui program FLPP.

Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) mengatakan tenor 40 tahun merupakan salah satu opsi yang disiapkan pemerintah untuk memberikan akses pembiayaan lebih luas kepada masyarakat.

"Nanti tetap dikasih pilihan masyarakat apakah mau 10 tahun, 15 tahun, 20 tahun, 25 tahun, 30 tahun sampai 40 tahun," ungkap Ara.

Data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) yang digunakan BP Tapera menunjukkan rata-rata penghasilan pekerja sektor pertanian sekitar Rp2,43 juta per bulan.

>>> DEN: Digitalisasi Perlinsos Bantu Penyaluran Bantuan Tepat Sasaran

Selain itu, simulasi juga menggunakan data upah minimum kabupaten/kota 2026 seperti Kabupaten Banjarnegara Rp2,32 juta, Wonogiri Rp2,33 juta, Sragen Rp2,33 juta, dan Blora Rp2,34 juta.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru