unique visitors counter
⌂ Beranda News Tadanobu Asano Bintangi Film yang Tayang Perdana di Cannes

Tadanobu Asano Bintangi Film yang Tayang Perdana di Cannes

Tadanobu Asano Bintangi Film yang Tayang Perdana di Cannes
Aktor Tadanobu Asano menghadiri pemutaran perdana film All the Lovers in the Night di Festival Film Cannes
A A Ukuran Teks16px

Aktor kawakan Jepang Tadanobu Asano turut membintangi film berjudul "All the Lovers in the Night" yang tayang perdana di Festival Film Cannes 2026.

Bintang serial "Shogun" itu mengungkapkan rasa syukur setelah acara pemutaran perdana dunia selesai digelar pada Minggu (17/5/2026).

>>> Keluarga Pertanyakan Satu Terdakwa Kasus Pembunuhan Kacab Bank Tak Ditahan

IN2

"Kami berhasil menyelenggarakan pemutaran perdana dunia 'All the Lovers in the Night' di Festival Film Cannes. Kami sangat bersyukur atas semua reaksi luar biasa yang kami terima.

Kami tak sabar menunggu perilisan di Jepang," ujar Asano dikutip dari akun Instagram @tadanobu_asano, Senin (18/5/2026).

Peran Guru Fisika

Dalam film tersebut, Asano memerankan tokoh bernama Mitsutsuka yang berprofesi sebagai guru fisika. Ia menjadi lawan main aktris Yukino Kishii.

in2

Yukino Kishii sendiri memerankan karakter utama bernama Fuyuko, seorang penyunting lepas di Tokyo.

Kehidupan batin Fuyuko tidak setenang penampilan luarnya yang rendah hati. Masalah mulai terlihat ketika ia secara misterius memiliki kebiasaan minum alkohol berat secara diam-diam di siang hari.

Sementara itu, Mitsutsuka berbicara dengan nada lembut dan hampir misterius saat menjawab pertanyaan Fuyuko tentang fisika.

>>> Ruang Belajar Taman Anak Pesisir di Jakarta Jadi Wadah Edukasi Alternatif

Termasuk soal mekanisme cahaya tidak lazim yang dikaitkan dengan kepribadian terdalam manusia saat berinteraksi.

Film ini merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Mieko Kawakami. Novel tersebut pernah masuk nominasi National Book Critics' Circle Award.

Sutradara Yukiko Sode memimpin produksi film panjang keempatnya. Ia menggunakan pita analog ukuran 16 milimeter untuk mempertahankan kualitas saturasi gambar seperti terlihat oleh mata.

Sode juga memasukkan isu kecerdasan buatan ke dalam cerita. Teknologi tersebut disebut menyulitkan masa depan para editor profesional di perkotaan.

Sutradara Yukiko Sode memimpin produksi film panjang keempatnya. Cerita film merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Mieko Kawakami.

>>> Penemuan 11 Bayi di Rumah Bidan, KemenPPPA Koordinasi dengan Pemda dan Polres

Novel tersebut pernah masuk nominasi National Book Critics' Circle Award.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru