Dua kapal tanker raksasa China yang membawa total sekitar 4 juta barel minyak keluar dari selat itu pada Rabu.
Iran telah mengumumkan pekan lalu, saat Trump berada di Beijing untuk KTT, bahwa mereka telah setuju untuk melonggarkan aturan bagi kapal China.
Menteri Luar Negeri Korea Selatan mengatakan pada Rabu sebuah kapal tanker Korea sedang melintasi selat itu bekerja sama dengan Iran.
Pemantau pengiriman Lloyd's List mengatakan setidaknya 54 kapal telah melintasi selat itu pekan lalu, sekitar dua kali lipat dari pekan sebelumnya.
Iran mengatakan 26 kapal telah melintas dalam 24 jam terakhir, masih hanya sebagian kecil dari 140 per hari sebelum perang.
Tekanan Politik dan Dampak Ekonomi
Trump berada di bawah tekanan untuk mengakhiri perang, dengan harga energi yang melonjak merugikan Partai Republik menjelang pemilihan kongres pada November.
Sejak gencatan senjata, komentar publiknya berubah dari ancaman untuk memulai kembali pengeboman hingga klaim bahwa kesepakatan sudah dekat.
Sikap AS yang berfluktuasi telah membuat harga minyak berayun.
Patokan minyak mentah Brent berjangka satu bulan turun menjadi $105,76 per barel pada Rabu malam, turun 4,95% pada hari itu karena harapan kesepakatan kembali muncul.
"Investor sangat ingin mengukur apakah Washington dan Teheran benar-benar dapat menemukan titik temu dan mencapai kesepakatan damai, dengan sikap AS yang berubah setiap hari," kata Toshitaka Tazawa, analis di Fujitomi Securities.
Pengeboman AS-Israel menewaskan ribuan orang di Iran sebelum dihentikan dalam gencatan senjata pada awal April.
Israel juga telah menewaskan ribuan orang lainnya dan mengusir ratusan ribu dari rumah mereka di Lebanon, yang mereka invasi untuk mengejar milisi Hizbullah yang didukung Iran.