Serangan Iran ke Israel dan negara-negara Teluk tetangga telah menewaskan puluhan orang.
Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ketika mereka melancarkan perang bahwa tujuan mereka adalah membatasi dukungan Iran untuk milisi regional, membongkar program nuklirnya, menghancurkan kemampuan misilnya, dan memudahkan rakyat Iran untuk menggulingkan penguasa mereka.
Tetapi Iran sejauh ini masih mempertahankan stok uranium yang diperkaya setingkat senjata, dan kemampuannya untuk mengancam tetangga dengan misil, drone, dan milisi proksi.
Para penguasa ulama, yang berhasil meredam pemberontakan massal pada awal tahun, tidak menghadapi tanda-tanda oposisi terorganisir sejak perang dimulai.
Iran telah mengumumkan pekan lalu, saat Trump berada di Beijing untuk KTT, bahwa mereka telah setuju untuk melonggarkan aturan bagi kapal China.
Menteri Luar Negeri Korea Selatan mengatakan pada Rabu sebuah kapal tanker Korea sedang melintasi selat itu bekerja sama dengan Iran.
Pemantau pengiriman Lloyd's List mengatakan setidaknya 54 kapal telah melintasi selat itu pekan lalu, sekitar dua kali lipat dari pekan sebelumnya.
>>> Trump Akan Berbicara dengan Presiden Taiwan, Uji Hubungan AS-China
Iran mengatakan 26 kapal telah melintas dalam 24 jam terakhir, masih hanya sebagian kecil dari 140 per hari sebelum perang.