Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu (23/5/2026) mengumumkan bahwa negosiasi dengan Iran telah menghasilkan draf kesepakatan yang "sebagian besar telah dinegosiasikan".
Kesepakatan itu disebut akan membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran vital yang ditutup sejak perang AS-Israel melawan Iran pada Februari lalu.
>>> Bom Meledak di Dekat Rel Kereta Api di Pakistan Barat Daya, Puluhan Terluka
Dalam unggahan di media sosial Truth Social, Trump menyatakan bahwa aspek akhir dan detail kesepakatan masih dibahas dan akan diumumkan segera.
Namun, kantor berita Iran Fars melaporkan pada Minggu (24/5) bahwa pernyataan Trump tentang Selat Hormuz "tidak sesuai dengan kenyataan".
Isi Draf Kesepakatan yang Beredar
Menurut laporan situs berita AS Axios, AS dan Iran hampir mencapai kesepakatan yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz tanpa biaya tol selama perpanjangan gencatan senjata 60 hari.
Iran diizinkan menjual minyak secara bebas, sementara negosiasi akan dilakukan untuk membatasi program nuklir Iran.
Sebagai imbalan, AS akan mencabut blokade di pelabuhan Iran dan memberikan keringanan sanksi atas penjualan minyak Iran.
Draf kesepakatan juga mencakup komitmen Iran untuk tidak pernah mengembangkan senjata nuklir dan bernegosiasi mengenai penghentian program pengayaan uranium serta penghapusan stok uranium yang diperkaya tinggi.
The New York Times melaporkan bahwa kesepakatan yang diusulkan mencakup "komitmen nyata" Iran untuk menyerahkan uranium yang diperkaya tinggi.
Detail penyerahan stok tersebut akan dibahas pada putaran perundingan berikutnya.
Trump, yang kerap menyebut perang dengan Iran bertujuan mencegah negara itu memiliki senjata nuklir, terus mendorong kesepakatan.
Iran membantah mengembangkan senjata nuklir dan menegaskan haknya untuk memperkaya uranium untuk tujuan sipil.