China kembali mencatat sejarah dengan meluncurkan misi luar angkasa berawak Shenzhou-23 pada Senin dini hari.
Roket Long March 2-F lepas landas tepat waktu pukul 23.08 waktu setempat dari Pusat Peluncuran Jiuquan di Gurun Gobi, China barat laut.
>>> Iran dan AS Dikabarkan Segera Capai Kesepakatan Akhiri Perang
Penyiaran langsung oleh stasiun televisi CCTV menunjukkan roket melesat dalam kepulan api dan asap. Sekitar sepuluh menit kemudian, pesawat ruang angkasa berhasil memisahkan diri dan memasuki orbit.
Badan Antariksa Berawak China (CMSA) mengumumkan bahwa para astronaut dalam kondisi baik dan peluncuran dinyatakan sukses penuh.
Shenzhou-23 kemudian berhasil merapat ke stasiun ruang angkasa Tiangong setelah penerbangan sekitar 3,5 jam.
Misi Satu Tahun di Orbit
Salah satu astronaut dijadwalkan menghabiskan satu tahun penuh di orbit di stasiun Tiangong. Ini merupakan pertama kalinya dalam program pendaratan bulan China seorang astronaut menjalani misi selama itu.
Eksperimen satu tahun ini bertujuan mempelajari efek tinggal lama di gravitasi mikro. Hasilnya akan digunakan untuk persiapan misi ke Bulan dan Mars di masa depan.
Astronot yang terpilih untuk misi satu tahun akan diumumkan kemudian, tergantung perkembangan misi Shenzhou-23. Juru bicara CMSA menyatakan hal itu pada Sabtu lalu.
Tantangan utama misi ini meliputi efek jangka panjang pada manusia, seperti penurunan kepadatan tulang, penyusutan otot, paparan radiasi, gangguan tidur, serta kelelahan perilaku dan psikologis.
Richard de Grijs, astrofisikawan dan profesor di Macquarie University Australia, menekankan pentingnya sistem daur ulang air dan udara yang andal serta kemampuan menangani keadaan darurat medis jauh dari Bumi.
Menurut de Grijs, China secara bertahap membangun pengalaman operasional untuk okupasi berkelanjutan stasiun Tiangong.