Misi satu tahun merupakan langkah penting menuju ambisi masa depan di Bulan dan luar angkasa dalam.
"Setahun di orbit mendorong perangkat keras dan manusia ke rezim operasional yang berbeda dibandingkan misi Shenzhou yang lebih pendek," katanya.
Sebelumnya, kru di Tiangong umumnya bertahan di orbit selama enam bulan sebelum digantikan.
Kru dengan Astronaut Hong Kong Pertama
Misi ini menandai penerbangan luar angkasa pertama oleh seorang astronaut dari Hong Kong. Li Jiaying (43 tahun), yang sebelumnya bekerja di kepolisian Hong Kong, menjadi bagian dari kru.
>>> Trump Sebut Kesepakatan Iran Hampir Tercapai, Selat Hormuz akan Dibuka
Dua anggota kru lainnya adalah insinyur antariksa Zhu Yangzhu (39 tahun) dan mantan pilot angkatan udara Zhang Zhiyuan (39 tahun), yang baru pertama kali ke luar angkasa.
Dalam upacara perpisahan sebelum peluncuran, kerumunan orang bersorak sambil mengibarkan bendera China. Sebuah band bermain dan ketiga astronaut memberi hormat di atas panggung.
Kru akan melakukan berbagai proyek ilmiah di bidang ilmu kehidupan, ilmu material, fisika fluida, dan kedokteran.
Ambisi ke Bulan dan Mars
Misi Shenzhou-23 merupakan bagian dari target China untuk mendaratkan astronaut di Bulan sebelum 2030. Dalam perlombaan ini, Amerika Serikat juga bersaing dengan program Artemis.
China sedang menguji peralatan yang diperlukan untuk tujuan tersebut. Uji terbang orbital pesawat ruang angkasa baru Mengzhou dijadwalkan pada 2026.
Mengzhou akan menggantikan lini Shenzhou yang sudah tua dan akan membawa astronaut China ke Bulan.
Beijing berharap telah membangun fase pertama pangkalan ilmiah berawak pada 2035, yang dikenal sebagai Stasiun Riset Bulan Internasional (ILRS).
China juga berencana menyambut astronaut asing pertama, dari Pakistan, di stasiun Tiangong pada akhir tahun ini.
Selama 30 tahun terakhir, China telah menginvestasikan miliaran dolar untuk mengembangkan program luar angkasanya.
Pada 2019, China mendaratkan wahana Chang'e-4 di sisi jauh Bulan, sebuah pencapaian dunia pertama. Pada 2021, China mendaratkan rover kecil di Mars.
Sejak 2011, China secara resmi dilarang dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) setelah Amerika Serikat melarang NASA bekerja sama dengan Beijing.
Hal ini mendorong China mengembangkan proyek stasiun luar angkasanya sendiri.
Misi ini juga menjadi bagian dari persiapan China untuk menyambut astronaut asing pertama, dari Pakistan, di stasiun Tiangong pada akhir tahun ini.
>>> Rusia Tewaskan 4 Orang dalam Serangan Besar ke Ukraina
China telah menginvestasikan miliaran dolar dalam program luar angkasanya selama 30 tahun terakhir untuk mengejar ketertinggalan dari Amerika Serikat, Rusia, dan Eropa.