unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Pergeseran Generasi: Penggemar dan Artis Muda Korea Tinggalkan K-Pop Demi Trot

Pergeseran Generasi: Penggemar dan Artis Muda Korea Tinggalkan K-Pop Demi Trot

Pergeseran Generasi: Penggemar dan Artis Muda Korea Tinggalkan K-Pop Demi Trot
Penggemar muda Korea di konser trot
A A Ukuran Teks16px

Di sisi lain, trot menawarkan peluang yang lebih terbuka.

Ha Dong-geun, yang memulai debut sebagai penyanyi trot di usia 20-an, mengaku memilih genre itu karena ingin terus tampil di panggung meski usianya bertambah.

Fenomena ini juga terlihat di akademi musik.

IN2

Lee Ho-seop, komposer veteran di balik lagu-lagu trot hits seperti 'Let's Do the Cha-cha-cha', mengatakan lima tahun lalu tidak ada satu pun remaja yang ingin belajar trot.

Kini, remaja menjadi mayoritas muridnya.

Anak-anak muda kini dengan bangga mengatakan mereka belajar trot, tanpa ragu seperti dulu. Perubahan ini didorong oleh menjamurnya program audisi trot yang memberikan jalan karier lebih jelas.

in2

Trot menawarkan stabilitas dan tradisi, berbeda dengan K-pop yang terus berubah dan menuntut inovasi. Genre ini lebih konservatif secara musikal, dengan lirik yang tidak terlalu eksperimental.

Kim Sung-yoon, peneliti di Dong-A University, menyebut trot sebagai 'perangkat ajaib yang memutar balik waktu atau menghentikannya sejenak'.

Ia menafsirkan tren ini sebagai reaksi terhadap kelelahan akibat persaingan berlebihan dan stimulasi konstan.

Fenomena serupa terjadi di Amerika Serikat, di mana musik country yang dulu dianggap kuno kini menikmati kebangkitan kembali.

Baik trot maupun country sama-sama didorong oleh artis dan pendengar muda.

Perubahan ini menunjukkan bahwa generasi muda Korea mulai mencari sesuatu yang lebih akrab, stabil, dan menenangkan secara emosional, bukan sekadar kebaruan.

Di konser trot, tenda-tenda didirikan untuk menjaga kenyamanan penonton lanjut usia, dan staf rela menggendong penggemar tua ke tempat duduk.

Budaya 'melayani' menjadi nilai utama dalam trot, kontras dengan K-pop yang sering membuat penggemar merasa diawasi dan diperlakukan sebagai potensi ancaman.

Fenomena ini juga terlihat di panggung internasional.

>>> MacBook Neo Hadir, Laptop Windows Kini Kalah Murah

Saat BigBang tampil di Coachella bulan lalu, sorakan terbesar justru datang untuk lagu trot Daesung, 'Look at Me, Gwisun', bukan untuk hit global mereka.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru