unique visitors counter
⌂ Beranda News Pemimpin Tertinggi Iran: AS Tak Lagi Punya Tempat Aman di Kawasan

Pemimpin Tertinggi Iran: AS Tak Lagi Punya Tempat Aman di Kawasan

Pemimpin Tertinggi Iran: AS Tak Lagi Punya Tempat Aman di Kawasan
Ayatollah Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran
A A Ukuran Teks16px

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa Amerika Serikat tidak akan lagi memiliki tempat yang aman di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan ini disampaikan melalui kanal Telegram miliknya pada Selasa, 26 Mei 2026.

>>> Paus Leo XIV Serukan Regulasi Ketat AI dalam Ensiklik Pertamanya

IN2

Khamenei menegaskan bahwa negara-negara Teluk tidak akan lagi berfungsi sebagai perisai bagi pangkalan militer Amerika Serikat.

Hal ini disampaikan di tengah pembahasan antara Teheran dan Washington mengenai kerangka kerja untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan.

Latar Belakang Konflik Iran-AS-Israel

Pernyataan Khamenei muncul dalam konteks perang Iran-AS-Israel yang telah berlangsung sejak awal tahun 2026.

in2

Konflik ini melibatkan serangan udara dan darat di beberapa wilayah, termasuk Iran dan Israel.

Iran dan Amerika Serikat saat ini tengah berdiskusi untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri permusuhan.

Namun, Khamenei menegaskan bahwa kehadiran militer AS di kawasan tidak akan lagi diterima seperti sebelumnya.

Pemimpin tertinggi Iran itu juga mengkritik negara-negara Teluk yang selama ini menjadi tuan rumah bagi pangkalan militer AS.

Menurutnya, mereka tidak boleh lagi menjadi tameng bagi kepentingan Amerika di kawasan.

Pernyataan ini menandai eskalasi retorika dari pihak Iran di tengah upaya diplomasi yang sedang berlangsung.

Sebelumnya, Iran dan AS telah beberapa kali bertukar pernyataan keras terkait konflik yang menewaskan ribuan orang.

Perang Iran-AS-Israel dimulai setelah serangkaian insiden di Selat Hormuz dan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

Israel dan AS menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir, sementara Iran membantah tuduhan tersebut.

Konflik ini telah menyebabkan krisis kemanusiaan di beberapa wilayah, termasuk di Gaza dan Lebanon. Ribuan warga sipil tewas akibat serangan udara dan pertempuran darat.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru