unique visitors counter
⌂ Beranda News Perampokan Louvre Bernilai Rp1,6 Triliun Akan Diangkat ke Film

Perampokan Louvre Bernilai Rp1,6 Triliun Akan Diangkat ke Film

Perampokan Louvre Bernilai Rp1,6 Triliun Akan Diangkat ke Film
Pekerja memasang grill keamanan di jendela Museum Louvre di Paris
A A Ukuran Teks16px

Perampokan berani di Museum Louvre pada Oktober 2025 akan diangkat ke layar lebar dan serial dokumenter. Sebuah penerbit mengumumkan pada Selasa bahwa hak film telah terjual.

Perampok berhasil membawa kabur perhiasan senilai sekitar Rp1,6 triliun (US$100 juta). Kini kisah tersebut akan diadaptasi menjadi film dan serial dokumenter.

>>> Gelombang Baru: Sekolah AS Mulai Batasi Penggunaan Gadget di Kelas

IN2

Film dan Serial Dokumenter

Sutradara Prancis Romain Gavras akan menyutradarai film yang terinspirasi dari buku investigasi berjudul "Main basse sur le Louvre".

Gavras dikenal lewat film Hollywood "Sacrifice" (2025) yang dibintangi Anya Taylor-Joy dan video musik GENER8ION.

Hak film buku tersebut telah dibeli oleh perusahaan produksi Iconoclast. Sementara hak untuk serial dokumenter diperoleh oleh produser asal Inggris, demikian menurut penerbit Flammarion.

in2

Buku yang ditulis oleh tiga jurnalis dari Le Parisien, Le Monde, dan Paris Match akan terbit pada Rabu.

>>> Wall Street Mendekati Rekor, Saham AS Ikuti Kenaikan Global

Menurut majalah Le Film Francais, proyek film masih dalam pengembangan, dan judul serta pemeran belum diumumkan.

Dampak Perampokan

Perampokan Louvre mengguncang dunia dan memicu krisis keamanan di museum terkenal tersebut. Akibatnya, direktur museum Laurence des Cars diganti.

Setelah tujuh bulan penyelidikan dan penangkapan tersangka utama, perhiasan tersebut masih belum ditemukan.

Para penulis buku mengatakan bahwa hilangnya perhiasan itu "telah menjadi misteri yang rumit, teka-teki yang membuat penyelidik bingung".

>>> Gelombang Baru: Sekolah di AS Mulai Batasi Penggunaan Gadget

Perampokan ini menunjukkan bahwa "pencurian karya seni telah menjadi bisnis seperti biasa bagi banyak penjahat," kata mereka. "Dunia kriminal telah menemukan sumber uang baru."

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru