Pesan itu menyatakan bahwa tank melambangkan "kekerasan, ketakutan, dan pengorbanan nyawa tak bersalah" dalam sejarah modern Korea, serta mendesak markas Starbucks mengambil tindakan lebih tegas.
"Karena ini, saya kini merasa jijik bahkan terhadap kopi Starbucks di Amerika Serikat dan tidak bisa lagi meminumnya," bunyi email tersebut.
"Mulai sekarang, setiap kali melihat logo Starbucks, saya hanya akan teringat 'Tank Day', yang menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa muak."
Gelombang protes dari luar negeri menambah dimensi baru pada kontroversi yang telah memicu boikot, demonstrasi, dan kritik politik di Korea Selatan.
Ketua Shinsegae Group, Chung Yong-jin, kemudian mengeluarkan permintaan maaf publik, sementara Starbucks Korea memberhentikan CEO-nya dan meluncurkan investigasi internal.
>>> Gedung Putih Sebut Laporan Iran soal Kesepakatan Rekayasa
Markas Starbucks di Amerika Serikat juga telah mengakui keseriusan masalah ini dan mengatakan sedang memantau perkembangan.