Washington – Amerika Serikat menegaskan komitmennya untuk mencegah masuknya kasus Ebola dari Republik Demokratik Kongo (DRC), di mana wabah telah menyebabkan 220 kematian dan 900 kasus.
Menteri Luar Negeri Marco Rubio menyatakan hal itu dalam pertemuan kabinet Presiden Donald Trump, Rabu.
>>> Warga Korea di AS Kirim Protes ke Starbucks soal 'Tank Day'
“Kami tidak bisa dan tidak akan membiarkan kasus Ebola masuk ke Amerika Serikat,” kata Rubio.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan wabah strain Bundibugyo yang langka ini sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.
Wabah ini merupakan yang terbesar ketiga dalam catatan.
AS sedang bernegosiasi dengan Kenya untuk membuka fasilitas karantina bagi warga AS yang terpapar. Dua pejabat AS mengonfirmasi hal itu, namun pemerintah Kenya belum menyetujui rencana tersebut.
Pada wabah Ebola 2014, warga AS yang terinfeksi dipulangkan dan dirawat di dalam negeri.
Pekan lalu, seorang misionaris medis warga AS yang merawat pasien di DRC dikonfirmasi tertular Ebola. Ia dipindahkan ke Jerman bersama lima orang lain yang terpapar.
>>> Trump: AS Belum Puas, Iran Sangat Ingin Capai Kesepakatan
Satu orang lainnya dibawa ke Republik Ceko.
Menurut The Washington Post, Gedung Putih awalnya menolak mengizinkan pasien misionaris itu kembali ke AS, sehingga menunda evakuasi dan perawatannya.
Rubio menambahkan bahwa Departemen Luar Negeri, CDC, dan lembaga lain bekerja keras untuk membendung krisis di negara-negara yang terkena dampak, terutama DRC.
“Kami telah meningkatkan bantuan untuk memastikan wabah terkendali di sana,” ujarnya.
CDC AS pekan lalu memberlakukan pembatasan masuk selama 30 hari bagi pelancong yang berada di DRC, Uganda, dan Sudan Selatan dalam 21 hari terakhir, termasuk pemegang kartu hijau.
>>> AS Butuh Waktu Bertahun-Tahun untuk Mengisi Kembali Senjata Canggih yang Digunakan dalam Perang Iran
Pemeriksaan juga dilakukan di tiga bandara AS terhadap pelancong dari negara-negara tersebut. CDC meminta staf sukarela untuk membantu pemeriksaan di pintu masuk negara.
