unique visitors counter
⌂ Beranda News Hamas Konfirmasi Pemimpin Militer Baru Tewas dalam Serangan Israel

Hamas Konfirmasi Pemimpin Militer Baru Tewas dalam Serangan Israel

Hamas Konfirmasi Pemimpin Militer Baru Tewas dalam Serangan Israel
Puing-puing bangunan setelah serangan udara di Gaza City
A A Ukuran Teks16px

Ia mengatakan ini adalah keempat kalinya Israel membunuh kepala sayap militer Hamas sejak awal perang.

Izz al-Din al-Haddad, kepala sebelumnya, tewas pada 16 Mei.

Katz menegaskan Israel akan terus menargetkan pemimpin Hamas yang terlibat dalam serangan 7 Oktober.

IN2

>>> S&P 500 dan Nasdaq Melemah, Investor Tunggu Perkembangan Timur Tengah

"Kami berjanji Hamas tidak akan memegang kekuasaan sipil atau militer," tulisnya di X.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang bersiap menghadapi pemilu musim gugur, juga memperingatkan bahwa Israel akan menargetkan semua yang terlibat dalam serangan 7 Oktober.

in2

Iduladha Suram di Gaza

Serangan yang menewaskan Odeh terjadi saat umat Muslim bersiap merayakan Iduladha, biasanya waktu penuh kegembiraan dengan kumpul keluarga dan hidangan besar.

Namun, hari raya kembali suram tahun ini di Gaza, di mana sebagian besar penduduk tetap mengungsi dan tinggal di tenda atau tempat penampungan sementara setelah perang dahsyat.

Sekitar 90 persen dari lebih dari 2 juta penduduk Gaza kehilangan rumah, menurut perkiraan PBB.

Kebanyakan kini berlindung di kamp tenda besar dengan infestasi tikus dan genangan limbah, serta bergantung pada bantuan untuk bertahan hidup.

"Ini bukan Iduladha... kami sudah mati," kata Mahmoud Saqer, seorang pengungsi dari Khan Younis.

Di Khan Younis dan Gaza City, di antara bangunan hancur termasuk masjid rusak, orang-orang berkumpul untuk salat Id dengan sedikit tanda perayaan selain beberapa balon di satu jalan.

"Tidak ada Iduladha. Anak-anak saya terbunuh.

Iduladha hanya untuk orang yang tidak kehilangan siapa pun," kata Ayda Al-Banna, seorang pengungsi dari Gaza City.

Gencatan Senjata Rapuh

Gencatan senjata antara Israel dan Hamas yang dicapai pada Oktober tetap rapuh.

Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 900 warga Palestina sejak gencatan senjata berlaku.

Israel mengatakan serangannya sebagai respons terhadap pelanggaran Hamas atau ancaman terhadap tentaranya, namun pejabat kesehatan Palestina mengatakan puluhan warga sipil termasuk di antara korban tewas.

Empat tentara Israel juga tewas selama periode ini di Gaza.

Israel melancarkan ofensif di Gaza sebagai respons atas serangan Hamas Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya.

Kementerian Kesehatan Gaza mengatakan lebih dari 72.803 warga Palestina tewas akibat tembakan Israel.

>>> Trump: AS Belum Puas dengan Negosiasi Iran, Selat Hormuz Akan Terbuka untuk Semua

Kementerian tersebut merupakan bagian dari pemerintah Gaza yang dijalankan Hamas, tetapi stafnya adalah tenaga medis yang mencatat data rinci dan umumnya dianggap andal oleh komunitas internasional.

E
Tim Redaksi
Penulis: Eko Yulianto
📰 Update Terbaru