unique visitors counter
⌂ Beranda News Uganda Tutup Perbatasan dengan Kongo Akibat Lonjakan Kasus Ebola Langka

Uganda Tutup Perbatasan dengan Kongo Akibat Lonjakan Kasus Ebola Langka

Uganda Tutup Perbatasan dengan Kongo Akibat Lonjakan Kasus Ebola Langka
Petugas medis memeriksa suhu tubuh pria di Uganda untuk skrining Ebola
A A Ukuran Teks16px

Uganda pada Rabu memerintahkan penutupan perbatasannya dengan Kongo, di mana kasus dugaan Ebola jenis langka meningkat tajam.

Langkah ini diambil setelah kasus dikonfirmasi di Uganda akibat petugas kesehatan setempat terpapar dari pasien Kongo.

>>> Hamas Konfirmasi Pemimpin Militer Baru Tewas dalam Serangan Israel

IN2

Keputusan tersebut bertentangan dengan panduan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan mencerminkan kekhawatiran yang meningkat tentang penularan virus Bundibugyo di Afrika Timur.

Virus ini belum memiliki obat atau vaksin yang disetujui.

Penutupan Perbatasan Sementara

Gugus tugas lokal Uganda membuat keputusan penutupan perbatasan. Penutupan bersifat sementara dan berlaku segera, kata Dr. Diana Atwine dari Kementerian Kesehatan Uganda.

in2

Penyeberangan perbatasan hanya diizinkan dalam keadaan darurat, termasuk untuk respons wabah, kemanusiaan, kargo, atau alasan keamanan.

Siapa pun yang masuk dari Kongo dalam keadaan darurat akan menjalani isolasi wajib selama 21 hari.

Petugas kesehatan Uganda terpapar virus dari pasien Kongo yang telah menyeberang perbatasan sebelum wabah diumumkan di Kongo timur pada 15 Mei.

Lonjakan Kasus di Kongo

Kongo melaporkan lebih dari 100 kasus telah dikonfirmasi. Jumlah kasus dugaan di Kongo timur mendekati 1.000, dengan setidaknya 220 kematian dugaan.

Kementerian Kesehatan Kongo pada Selasa mengatakan 101 kasus telah dikonfirmasi, dan mereka sedang menyelidiki lebih dari 3.000 kontak potensial.

Pada Rabu, otoritas Kongo mengatakan orang pertama yang sembuh dari virus Bundibugyo telah dipulangkan dari pusat perawatan di Rwampara.

Pelacakan dan isolasi kontak Ebola dianggap kunci untuk menghentikan penyebaran penyakit, yang biasanya bermanifestasi sebagai demam berdarah.

Virus menyebar melalui kontak dekat dengan cairan tubuh pasien sakit atau meninggal.

WHO Menentang Penutupan Perbatasan

WHO telah menganjurkan untuk tidak menutup perbatasan dengan Kongo, sambil mengakui bahwa negara tetangga berisiko tinggi tertular.

R
Tim Redaksi
Penulis: Retno Widyawati
📰 Update Terbaru