unique visitors counter
⌂ Beranda News Perang Iran Hambat Pembentukan Pasukan Internasional Gaza

Perang Iran Hambat Pembentukan Pasukan Internasional Gaza

Perang Iran Hambat Pembentukan Pasukan Internasional Gaza
Puing-puing bangunan setelah serangan udara di Gaza City
A A Ukuran Teks16px

>>> SIG Salurkan 292 Hewan Kurban ke 19 Provinsi untuk Iduladha 1447 H

Mladenov mengatakan pasukan internasional tidak bisa mulai beroperasi sampai ada kesepakatan fase kedua gencatan senjata. Fase itu mencakup pelucutan senjata Hamas dan penarikan Israel.

Israel kini menguasai sekitar 60% Gaza. Mladenov menyalahkan Hamas atas kebuntuan.

IN2

"Anda tidak bisa membangun masa depan dengan kelompok bersenjata yang berlarian di jalan, bersembunyi di terowongan, dan menimbun senjata," katanya.

Hamas menuding Israel berulang kali melanggar gencatan senjata. Serangan Israel telah menewaskan lebih dari 880 warga Palestina sejak gencatan senjata, menurut otoritas kesehatan setempat.

Hamas juga menuntut Israel menarik diri dari wilayah yang direbut sejak gencatan senjata dimulai, kata seorang pejabat Mesir yang mengetahui pembahasan tersebut.

in2

Komitmen Negara Lain Minim

Kazakhstan membatasi dukungannya pada "komponen kemanusiaan", termasuk unit medis dengan rumah sakit lapangan. Albania menolak berkomentar, namun kepala stafnya mengatakan belum ada pasukan yang dikirim.

Kosovo diperkirakan mengirim 20 tentara dan pada April mengatakan sedang dalam "tahap akhir persiapan". Maroko berjanji mengerahkan perwira militer tingkat tinggi ke komando militer gabungan ISF.

Banyak negara yang berkomitmen menolak mengirim pasukan tanpa kesepakatan pelucutan senjata Hamas, kata pejabat Mesir.

Kemungkinan Indonesia Berbalik

Meski ada penundaan, Rakhmat mengatakan masih terlalu dini untuk mengesampingkan partisipasi Indonesia.

Presiden Prabowo Subianto, mantan jenderal, ingin meningkatkan profil Indonesia di panggung dunia dan menghindari risiko hubungan ekonomi dengan AS.

"Prabowo ingin memperkuat hubungan dengan Washington dan menandatangani berbagai perjanjian dengan AS.

>>> Uganda Tutup Perbatasan dengan Kongo Akibat Lonjakan Kasus Ebola Langka

Jadi untuk menarik diri sepenuhnya dan membatalkan rencana, saya rasa itu tidak ada di atas meja," ujarnya.

D
Tim Redaksi
Penulis: Dwi Andini
📰 Update Terbaru