Presiden AS Donald Trump akan bertemu dengan para menteri kabinet pada Rabu (27/5) di tengah momen genting negosiasi untuk mengakhiri perang dengan Iran.
Trump optimis dapat segera mencapai kesepakatan yang akan membuka kembali Selat Hormuz dan mengurangi kemampuan nuklir Iran.
>>> Investigasi AP: Angka Bunuh Diri di Tahanan ICE Meningkat Drastis
Namun, kesepakatan yang mulai terbentuk justru menuai kritik tajam, bahkan dari pendukungnya sendiri.
Kritik dari Sekutu Republik
Senator Roger Wicker, Lindsey Graham, dan Ted Cruz menyatakan syarat-syarat yang beredar terlalu menguntungkan Teheran.
Mereka khawatir kesepakatan itu mirip dengan perjanjian nuklir era Obama yang sebelumnya dibatalkan Trump.
Dalam kesepakatan potensial, Iran akan menyerahkan stok uranium yang diperkaya tinggi sebagai imbalan pencabutan sanksi.
Iran saat ini memiliki 440,9 kg uranium dengan tingkat pengayaan 60 persen, hanya selangkah lagi menuju level senjata 90 persen.
Belum ada komitmen publik dari Iran untuk menyerahkan uranium tersebut.
Ketegangan di Lebanon dan Israel
Isu lain yang belum terselesaikan adalah apakah gencatan senjata juga mencakup operasi Israel melawan Hizbullah di Lebanon.
>>> Trump Gelar Rapat Kabinet Penuh di Camp David
Iran mendesak agar Lebanon termasuk dalam kesepakatan, sementara AS memberikan ruang fleksibilitas.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan operasi militer di Lebanon akan diperdalam.
Mantan juru bicara IDF Jonathan Conricus mengatakan Israel khawatir Iran akan menggunakan keringanan sanksi untuk memperkuat militer dan kelompok proksinya.
Dorongan Trump untuk Perluas Abraham Accords
Trump juga mendorong agar kesepakatan damai mencakup perluasan Abraham Accords dengan melibatkan Arab Saudi, Qatar, dan Pakistan.
Namun, Arab Saudi masih bersikeras pada jalur pasti menuju negara Palestina sebagai prasyarat, yang ditentang Israel.
Mantan Dubes AS untuk UEA Barbara Leaf mengatakan negara-negara Teluk menyambut usulan Trump dengan 'hening yang mengejutkan'.
Seorang sumber yang mengetahui panggilan tersebut membantah karakterisasi itu, dan menyebut beberapa sekutu regional merespons positif.
>>> China Harap Pihak Konflik Iran Tetap Berkomitmen pada Gencatan Senjata
Leaf menambahkan bahwa sekutu AS di Timur Tengah mendukung upaya Trump mengakhiri konflik karena tidak melihat jalan keluar lain.