Ribuan warga Iran memadati jalan-jalan di pusat Kota Tehran pada Senin (6/7) dalam prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei yang tewas dalam serangan udara AS-Israel pada 28 Februari lalu.
Rekaman drone dari televisi negara menunjukkan puluhan ribu orang berdesakan di sebuah boulevard di pusat kota.
>>> Laju Industri Data Center RI Lampaui Rata-rata Global
Peti jenazah Khamenei dan empat anggota keluarganya diangkut dengan truk besar, sementara petugas menyemprotkan air dari atas untuk mendinginkan para pelayat.
Saat iring-iringan melewati bawah jembatan, para pelayat melemparkan batu ke arah papan reklame bergambar Presiden AS Donald Trump dengan peluru mengarah ke kepalanya.
"AS membunuh ayah kami," tulis papan itu. "Kami tidak akan membiarkanmu pergi!"
Para demonstran membakar bendera AS dan Inggris. Perempuan berchador hitam mengangkat plakat merah bertuliskan "KILL TRUMP" dalam huruf hitam.
Poster lain menampilkan wajah Trump, Wakil Presiden JD Vance, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam bidikan senjata dengan tulisan "Akan ada darah".
Kerumunan besar mengibarkan bendera Iran dan spanduk merah dengan slogan menyerukan "pembalas Khamenei", mengadaptasi frasa inti dalam Islam Syiah sejak cucu Nabi Muhammad terbunuh dalam pertempuran pada abad ketujuh.
Putra Doakan Khamenei, Mojtaba Tak Tampak
Tiga putra Khamenei berdoa di samping peti jenazahnya di sebuah aula besar di Tehran pada Minggu (5/7).
Namun Mojtaba Khamenei, putra yang menggantikannya sebagai pemimpin tertinggi Iran, tidak muncul.
Mojtaba diduga mengalami luka cacat akibat serangan yang menewaskan ayahnya.
Ia belum terlihat di depan umum sejak perang dimulai pada 28 Februari dengan serangan udara Israel dan AS ke Iran.
