unique visitors counter
⌂ Beranda News Negara NATO Berusaha Meraih Dukungan Trump Setelah Kemarahan Terkait Iran

Negara NATO Berusaha Meraih Dukungan Trump Setelah Kemarahan Terkait Iran

Negara NATO Berusaha Meraih Dukungan Trump Setelah Kemarahan Terkait Iran
Ilustrasi: Negara NATO Berusaha Meraih Dukungan Trump Setelah Kemarahan Terkait Iran
A A Ukuran Teks16px

Negara-negara anggota NATO akan memamerkan lonjakan belanja pertahanan dalam KTT di Ankara, Turki, pada Selasa (7/7/2026).

Langkah ini diharapkan dapat meredakan kemarahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah ia geram dengan respons Eropa terhadap perang dengan Iran.

>>> Harga Emas Perhiasan Hari Ini 7 Juli 2026: Rp2,3 Jutaan per Gram

KTT dua hari di istana kepresidenan Turki itu digelar setahun setelah negara-negara NATO berjanji meningkatkan belanja terkait keamanan hingga lima persen dari PDB di bawah tekanan Trump.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte menegaskan negara-negara Eropa "menepati" janji mereka dengan memperkuat anggaran militer dan mengambil lebih banyak tanggung jawab atas pertahanan benua mereka.

"Hanya satu tahun kemudian, kami sudah melihat kemajuan transformasional," kata Rutte kepada wartawan di Ankara pada malam sebelum KTT.

in2

Untuk mengesankan Trump, NATO menyiapkan sejumlah angka yang menarik perhatian. "Ini adalah pertunjukan," kata seorang diplomat senior Eropa yang enggan disebut namanya.

Dalam forum industri pada Selasa sebelum KTT utama, para pemimpin akan mengumumkan kesepakatan senjata baru senilai puluhan miliar dolar untuk menunjukkan kepada Trump bahwa mereka menepati janji.

Kanada pada Senin mengumumkan telah memilih Thyssenkrupp Marine Systems asal Jerman untuk membangun armada kapal selam barunya.

Program senilai miliaran dolar itu disebut Ottawa sebagai bagian dari upaya memperdalam hubungan pertahanan dengan sekutu Eropa di NATO.

Namun, Trump yang masih kesal setelah negara-negara Eropa memberlakukan pembatasan penggunaan pangkalan AS untuk menyerang Iran, telah melontarkan kritik tajam menjelang KTT.

"Konyol bagi AS untuk terus melanjutkan jalur sepihak ini ketika hubungan tidak timbal balik. Mereka tidak ada untuk kami!!!"

tulis Trump di Truth Social pekan lalu.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru
stikibot