ZTE Corporation dan PT Ekamas Mora Republik Tbk (MoraRepublic) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di ajang MWC Shanghai 2026.
Kerja sama ini bertujuan menjajaki pengembangan dan perluasan layanan Fixed Wireless Access (FWA) serta Fiber-to-the-Home (FTTH) bagi pelanggan residensial dan korporasi di seluruh Indonesia.
>>> Harga Emas Antam Hari Ini 7 Juli 2026 Turun Rp15.000, Kini Rp2.655.000 per Gram
Kolaborasi ini merupakan respons terhadap pesatnya pertumbuhan kebutuhan konektivitas broadband yang menjadi fondasi ekonomi digital Indonesia.
Komitmen Perkuat Infrastruktur Digital
MoraRepublic merupakan perusahaan infrastruktur dan layanan digital terintegrasi hasil penggabungan PT Mora Telematika Indonesia Tbk (Moratelindo) dan PT Eka Mas Republik (MyRepublic).
Perusahaan ini melayani jutaan pelanggan di Indonesia dan terus memperluas jangkauan broadband untuk menjawab kebutuhan konektivitas digital berkualitas tinggi.
Liu Sen, President Director ZTE Indonesia, menyambut baik kemitraan ini. Ia mengatakan ZTE membawa pengalaman implementasi FWA dan FTTH berskala besar di berbagai pasar internasional.
Metodologi implementasi ZTE telah terbukti dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan teknis, operasional, serta kondisi lingkungan setiap proyek.
Dengan menggabungkan kekuatan infrastruktur dan kemampuan eksekusi lokal MoraRepublic, kedua perusahaan bertujuan meningkatkan akses broadband dan kualitas layanan bagi pelanggan residensial maupun korporasi.
>>> Harga Pangan Terus Naik: Gula Pasir Premium Ikut Merangkak
Fokus pada Jaringan Berbasis AI
Melalui kolaborasi ini, ZTE dan MoraRepublic akan bersama-sama mengembangkan jaringan FWA yang lebih luas dan efisien serta mendorong evolusi jaringan FTTH.
Kualitas layanan akan ditingkatkan melalui operasional jaringan berbasis kecerdasan buatan (AI).
Kedua perusahaan juga akan menjajaki arsitektur jaringan end-to-end berbasis AI untuk mendukung operasional broadband yang lebih cerdas.
Kemitraan ini juga mencakup eksplorasi peluang kerja sama komersial, program inovasi bersama, kegiatan proof-of-concept (PoC), dan inisiatif berbagi pengetahuan teknis.
Yopie Widjaja, CFO MoraRepublic, menyatakan kemitraan ini merupakan langkah strategis untuk mendukung transisi Indonesia menuju ekonomi digital yang lebih inklusif.
Ia menambahkan fokus MoraRepublic adalah membangun fondasi broadband yang lebih kuat dan efisien guna memenuhi permintaan konektivitas berkualitas dan berkecepatan tinggi.
>>> Rupiah Dibuka Rp18.000/US$, Tapi Langsung Balik Arah
Melalui kolaborasi ini, jaringan broadband dikembangkan dengan pendekatan yang lebih cerdas agar layanan lebih andal, kinerja jaringan optimal, dan pelanggan menikmati pengalaman digital yang lebih baik.
