Iran dilaporkan menembakkan setidaknya dua rudal ke arah kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz pada Senin (6/7) malam.
Aksi ini dinilai sebagai langkah Teheran untuk menguji klausul kesepakatan akhir Juni lalu dengan Amerika Serikat yang menyaratkan penghentian serangan selama kedua belah pihak mengupayakan perjanjian damai.
>>> ZTE dan MoraRepublic Jajaki Kerja Sama Percepat Ekspansi Broadband Indonesia
Kedua kapal dilaporkan mengalami kerusakan signifikan, namun tidak ada korban jiwa.
Informasi tersebut disampaikan oleh seorang pejabat AS yang enggan disebutkan identitasnya kepada Axios.
Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi menerima laporan mengenai sebuah kapal tanker yang dihantam proyektil tak dikenal di posisi sekitar 15 kilometer di timur Limah, Oman.
Setelah insiden tersebut, harga minyak mentah Brent naik 0,4% ke kisaran US$72,25 per barel.
>>> Samsung dan LG Energy Alami Nasib Berbeda di Tengah Lonjakan AI
Pergerakan harga ini mempertegas kembali tingginya risiko keamanan bagi jalur pelayaran di koridor perairan vital tersebut.
Serangan terjadi saat Presiden Donald Trump bersiap bertolak ke Ankara, Turki, untuk menghadiri KTT NATO.
Konflik AS-Iran diproyeksikan menjadi topik utama dalam forum tersebut.
>>> Harga Emas Antam Hari Ini 7 Juli 2026 Turun Rp15.000, Kini Rp2.655.000 per Gram
Trump sebelumnya meluapkan kekesalannya kepada beberapa negara anggota NATO yang dinilai kurang berkontribusi dalam membantu AS menghadapi Iran.
