Harga minyak kembali mengalami penurunan pada perdagangan awal pekan ini. Pelemahan terjadi di tengah meningkatnya sinyal kelebihan pasokan global.
Arab Saudi memangkas harga minyak jenis utamanya untuk pasar Asia. Langkah ini menambah tekanan pada harga minyak mentah dunia.
>>> PLN Targetkan 10.068 Lokasi Baru Melalui Proyek Listrik Desa hingga 2029
Minyak West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di bawah US$69 per barel. Sebelumnya, harga WTI ditutup lebih rendah pada sesi pembukaan pekan ini setelah hari libur di AS.
Sementara itu, minyak Brent ditutup pada kisaran US$72 per barel. Penurunan ini dipengaruhi oleh ekspektasi pasokan yang melimpah.
>>> Dasco Bantah Unggahan Ucapan untuk Nadiem Terkait Amnesti
Diskon Besar dari Saudi Aramco
Produsen milik negara Saudi Aramco akan menurunkan harga minyak Arab Light untuk bulan depan. Penurunan mencapai US$11 per barel menjadi US$1,50 di bawah patokan regional.
Ini merupakan kali ketiga Aramco menjual minyak jenis tersebut dengan diskon. Dua kali sebelumnya terjadi saat perang harga pada tahun 2020 dan 2015.
>>> Polisi Tangkap Pengendara Ninja yang Pukul Pemotor di Jagakarsa
Selain faktor harga, lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz mulai meningkat. Hal ini turut mempengaruhi sentimen pasar minyak global.
