Kihyun, vokalis utama MONSTA X, merilis album solo keduanya berjudul 'BORDERLINE' pada 7 Juli 2026. Album ini menjadi rilisan solo pertamanya dalam tiga tahun sembilan bulan.
Menariknya, Kihyun baru memutuskan lagu utama sehari sebelum tenggat waktu. Ia awalnya telah menjadwalkan lagu lain, tetapi perasaan tidak enak terus menghantuinya.
>>> Galaxy S27 Pro Dikabarkan Pakai Exynos 2700, Ini Bocoran Chipset Terbaru Samsung
Ia pun memilih untuk mempercayai instingnya dan akhirnya memilih 'So Good', sebuah lagu bergenre rock dengan vokal yang menantang secara teknis.
"Saya memilih lagu utama dengan pola pikir percaya pada pilihan saya sendiri," ujar Kihyun dalam wawancara dengan The Korea Times.
Tentang Album 'BORDERLINE'
Judul album 'BORDERLINE' berarti garis batas, dan album ini bercerita tentang melampaui batasan tersebut.
Ide ini tertuang dalam lirik lagu utama yang mendorong pendengar untuk percaya pada diri sendiri di tengah banyaknya jawaban dari orang lain.
Kihyun mengaku sengaja memilih lagu utama yang sulit dinyanyikan. "Ini adalah lagu yang menuntut, tidak bisa dinyanyikan seenaknya.
Saya memasukkan banyak genre yang tidak saya kuasai untuk menunjukkan jangkauan saya yang lebih luas," jelasnya.
Ia pertama kali mendengar 'So Good' pada November lalu saat seorang anggota tim manajemen memutarnya. Lagu itu mengingatkannya pada penyanyi favoritnya, James Bay, dan terus menarik perhatiannya.
Perjalanan Pribadi Kihyun
Album ini juga mencerminkan perjalanan pribadi Kihyun. Selama wajib militer, ia sempat cemas akan tertinggal atau dilupakan.
>>> Cara Ubah iPhone Jadi HP Dumb untuk Anak Tanpa Beli Ponsel Baru
Namun, kekhawatiran itu terbukti tidak berdasar.
Pada tur reuni MONSTA X baru-baru ini, ia terharu melihat penggemar yang masih setia. "Saat itulah rasa syukur muncul.
Saya pikir saya harus membalas hati mereka," katanya.
Pandemi juga mengubah perspektifnya. Awalnya ia cemas dipaksa istirahat, tetapi waktu itu justru membantunya.
Ia bisa bepergian, berselancar, dan bertemu teman tanpa rasa bersalah.
Kihyun mengakui bahwa aktivitas musik dulu menjadi sumber kecemasan, tetapi kini menjadi pelarian. "Sekarang aktivitas itu justru menjadi pelepasan," ujarnya.
Ia mempertahankan 'BORDERLINE' sepenuhnya miliknya tanpa artis fitur. Meski khawatir lagu ini tidak sesuai tren, ia percaya hal itu menjadi pembeda.
>>> Polytron Luxia Pro Ultra 5: Laptop AI untuk Generasi Produktif
"Album ini menyimpan pemikiran saya sendiri di atas segalanya. Ini album yang bisa membuat diri saya yang sebenarnya dikenal," pungkasnya.
