Produsen minyak Timur Tengah mengalami kesulitan menjual minyak mentah yang telah mereka timbun selama konflik Teluk Persia baru-baru ini.
Hal ini diungkapkan oleh CEO TotalEnergies SE, Patrick Pouyanné.
>>> BEI Cabut Status HSC LUCY Usai Pengendali Jual Barang
Menurut Pouyanné, persediaan bensin dan solar tetap terbatas akibat kekhawatiran pengiriman.
Akibatnya, harga bensin dan solar masih diperdagangkan seolah-olah harga minyak mentah berada di kisaran US$95 hingga US$100 per barel.
>>> Cara Melaporkan Perusahaan yang Tidak Daftarkan Karyawan ke BPJS Ketenagakerjaan
Pouyanné menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi Rencontres Economiques di Aix-en-Provence. Ia menambahkan bahwa pasar membutuhkan waktu tiga hingga empat bulan untuk kembali seimbang.
Sementara itu, harga minyak mentah Brent pada Jumat diperdagangkan sekitar US$72 per barel.
>>> AS dan China Sulit Sepakati Bentuk Hubungan Masa Depan
"Produsen di Timur Tengah telah menumpuk persediaan yang begitu besar, sehingga mereka kini putus asa menjual minyak mereka," kata Pouyanné.

