Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS membuka perdagangan Selasa (7/7/2026) dengan pelemahan tipis 0,03% ke level Rp18.000/US$.
Namun, tak berselang lama, rupiah berbalik menguat terbatas 0,04% ke posisi Rp17.988/US$ pada pukul 09:05 WIB.
>>> Harga Emas Perhiasan Hari Ini 7 Juli 2026: Rp2,3 Jutaan per Gram
Penguatan berlanjut hingga mencapai Rp17.980/US$ pada pukul 09:23 WIB.
Pergerakan rupiah cukup volatil di awal pekan ini.
Pada sesi intraday Senin (6/7/2026), rupiah sempat melemah hingga Rp18.006/US$ pada pukul 14:15 WIB.
Topangan dari Mata Uang Asia
Penguatan terbatas rupiah pagi ini didukung oleh pergerakan mata uang Asia yang kompak menguat.
>>> MSCI Tetap Bekukan Saham RI dalam Review Agustus 2026
Won Korea Selatan mencatat penguatan tertajam sebesar 0,35%, disusul ringgit Malaysia dan yen Jepang yang masing-masing naik 0,16%.
Sentimen positif di kawasan Asia muncul setelah Gubernur Federal Reserve Christopher Waller memberikan sinyal yang menenangkan terkait arah kebijakan moneter AS.
Waller menegaskan bahwa forward guidance tetap menjadi instrumen penting dalam kebijakan moneter, selama digunakan secara fleksibel dan tidak mengikat.
>>> Topan Maysak Hantam China: 2 Tewas, 48 Ribu Warga Mengungsi
Pernyataan itu dipandang sebagai upaya meredakan kekhawatiran pasar bahwa bank sentral AS akan meninggalkan praktik pemberian panduan suku bunga di bawah kepemimpinan Gubernur Kevin Warsh.
