unique visitors counter
⌂ Beranda › News › Menebak Arah Rupiah Jelang Rilis Cadangan Devisa
News

Menebak Arah Rupiah Jelang Rilis Cadangan Devisa

Ilustrasi uang rupiah dan dolar AS
Besok Pengumuman BI Rate, Rupiah Dibuka Melemah lalu Berbalik Menguat
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) masih bergerak di bawah level psikologis Rp18.000/US$ di pasar luar negeri.

Pada Senin (6/7/2026) pukul 08:07 WIB, US$1 dihargai Rp17.989 di pasar Non-Deliverable Forwards (NDF), melemah 0,25% dari posisi sebelumnya.

Pelaku pasar kini menantikan rilis data cadangan devisa Indonesia yang dijadwalkan besok.

Sejak Desember tahun lalu, cadangan devisa terus merosot hingga mencapai US$145 miliar per akhir Mei, level terendah sejak Juni 2024.

Cadangan devisa menjadi indikator penting karena mencerminkan kekuatan Bank Indonesia (BI) dalam melakukan intervensi di pasar valas.

Semakin solid cadangan, semakin besar amunisi BI untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

Namun, dengan tren penurunan cadangan devisa, kemampuan BI untuk menjaga stabilitas rupiah mulai dipertanyakan.

Apalagi neraca perdagangan Indonesia pada Mei mencatat defisit, memutus rantai surplus yang berlangsung selama 72 bulan berturut-turut.

Kondisi ini membuat pasar semakin waspada terhadap pergerakan rupiah ke depan. Data cadangan devisa besok akan menjadi sinyal penting bagi arah kebijakan moneter dan stabilitas mata uang.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru