Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (Aspermigas) menilai kebijakan diskon harga liquefied natural gas (LNG) untuk sektor industri menjadi US$13/MMBtu dapat mengancam keberlanjutan investasi di sektor hulu migas dalam negeri.
Ketua Komite Investasi dan Kerjasama Aspermigas Moshe Rizal menyoroti ketidakjelasan regulasi mengenai pihak yang menanggung selisih harga pemotongan tersebut.
>>> Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 6 Juli 2026, Cek Rincian Per Gram di Setiap Toko
Menurutnya, hal ini berpotensi memicu eksodus investor dari Indonesia.
"Selisih harga dari pemotongan itu kan belum jelas siapa yang menanggung.
>>> Menebak Arah Rupiah Jelang Rilis Cadangan Devisa
Kalau lebih besar swasta yang menanggung, saya jamin investor bakal pada minggat," ujar Moshe saat dihubungi, Senin (6/7/2026).
Moshe menambahkan, meskipun ada potensi beban selisih harga dibagi juga kepada pemerintah, efektivitas anggarannya masih dipertanyakan.
>>> Bursa Saham Asia Menguat Terkerek Rebound Sektor Teknologi
Menurutnya, investor di sektor hulu migas memiliki perhitungan keekonomian yang matang dan tidak akan mau mengorbankan margin keuntungan mereka demi kebijakan domestik ini.

