Pergeseran Nyata
Para pemimpin Eropa setidaknya berusaha menghindari pertikaian dengan Trump yang bisa semakin merusak kredibilitas NATO.
Para diplomat mengandalkan hubungan baik Trump dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan upaya diplomatik Rutte untuk menjaga suasana hati Trump.
>>> MSCI Tetap Bekukan Saham RI dalam Review Agustus 2026
Namun, dengan Trump yang pernah berselisih dengan sejumlah pemimpin lain, termasuk Giorgia Meloni dari Italia, banyak potensi pemicu kemarahan.
Untuk menunjukkan kesediaan terkait Iran, sekutu Eropa yang dipimpin Prancis dan Inggris telah menyusun misi angkatan laut potensial di Selat Hormuz dan memindahkan kapal lebih dekat ke kawasan tersebut.
Situasi masih fluktuatif dan Eropa ingin kejelasan tentang kesepakatan rapuh AS dengan Iran sebelum mengirimkan angkatan laut mereka.
Meski berharap Trump bersikap konsiliatif, para pemimpin Eropa mulai menerima kenyataan bahwa AS perlahan menarik diri dari aliansi.
Washington telah menyatakan ingin sekutu memimpin pertahanan konvensional benua dan baru-baru ini mengumumkan pengurangan aset yang disediakan untuk komandan NATO.
Negara-negara Eropa akan berusaha membuktikan kesiapan memainkan peran lebih besar sambil tetap menjaga keterlibatan Trump dan kekuatan militer AS.
"Semua ini adalah bukti pergeseran pola pikir yang nyata," kata Rutte. "Ini adalah NATO 3.0.
Eropa yang lebih kuat dalam NATO yang lebih kuat."
Keputusan Kuat
Selain mengambil tanggung jawab lebih besar atas pertahanan sendiri, negara-negara Eropa juga hampir sepenuhnya mengambil alih dukungan untuk Ukraina setelah Trump mengurangi bantuan AS.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, yang akan menghadiri makan malam para pemimpin pada Selasa, akan mendapatkan komitmen dari pendukung Eropa di NATO untuk menjaga aliran bantuan militer setidaknya 70 miliar euro per tahun pada 2026 dan 2027.
Zelenskyy, yang dijadwalkan mengadakan pembicaraan dengan Trump di KTT Ankara, mendesak aliansi untuk mengambil "keputusan kuat" dalam meningkatkan pertahanan udara Ukraina setelah serangan Rusia yang menghancurkan menewaskan hampir 30 orang.
>>> Topan Maysak Hantam China: 2 Tewas, 48 Ribu Warga Mengungsi
Pemimpin Ukraina itu akan berusaha meyakinkan Trump, yang melakukan panggilan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin menjelang KTT, bahwa Kyiv mampu membalikkan keadaan dalam perang dan mendesaknya menekan Moskow kembali ke negosiasi damai yang serius.
