unique visitors counter
⌂ Beranda Hiburan Kuasa Hukum Kim Soo-hyun Isyaratkan Tuntutan Ganti Rugi Rp 300 M

Kuasa Hukum Kim Soo-hyun Isyaratkan Tuntutan Ganti Rugi Rp 300 M

Kuasa Hukum Kim Soo-hyun Isyaratkan Tuntutan Ganti Rugi Rp 300 M
Pengacara Kim Soo-hyun memberikan pernyataan pers
A A Ukuran Teks16px

Kuasa hukum Kim Soo-hyun memberikan wawancara besar pertamanya setelah penangkapan seorang YouTuber kontroversial yang dituduh mengatur kampanye berdasarkan bukti palsu.

Pengacara Ko Sang-rok, perwakilan hukum aktor tersebut, tampil di MBC "News Today" pada Kamis dan menguraikan tuduhan terhadap Kim Se-ui, kepala saluran YouTube HoverLab, yang juga dikenal sebagai Garo Sero Institute.

>>> Bocoran Redmi K100: Kamera 200MP, Telefoto 50MP, dan Snapdragon 8 Elite Gen 5

IN2

Ko mengatakan tuduhan tersebut meliputi pencemaran nama baik melalui informasi palsu, pemerasan, distribusi tidak sah materi rekaman, dan pelanggaran undang-undang anti-stalking Korea.

Kim Se-ui menyebarkan klaim palsu yang menyebut Kim Soo-hyun pernah berkencan dengan mendiang aktris Kim Sae-ron saat ia masih di bawah umur, dan bahwa agensi aktor tersebut menekannya untuk melunasi utang, yang diduga berkontribusi pada kematiannya.

Ko lebih lanjut menuduh bahwa materi termasuk pesan KakaoTalk dan rekaman suara yang diatribusikan kepada Kim Sae-ron telah dimanipulasi untuk mendukung klaim tersebut.

in2

Kim Se-ui baru-baru ini ditangkap atas tuduhan yang melibatkan bukti palsu dan penyebaran informasi palsu terkait aktor tersebut.

Pengadilan mengeluarkan surat perintah penangkapan dengan alasan kekhawatiran penghancuran barang bukti dan risiko pelarian.

"Kasus ini bukan sekadar tentang kemungkinan penghancuran barang bukti. Inti dari kejahatan itu sendiri adalah pemalsuan bukti," kata Ko selama wawancara.

Ia menambahkan bahwa beberapa individu diduga terlibat, menimbulkan kekhawatiran tentang koordinasi antara pihak terkait.

Rekaman Suara Diduga Palsu

Salah satu titik nyala kontroversi terbesar melibatkan dugaan rekaman suara mendiang aktris.

Ko berpendapat ada "banyak keadaan" yang menunjukkan rekaman itu telah dimanipulasi, baik dari segi sumber maupun kontennya.

Ia menggambarkan pemberi rekaman sebagai individu yang dikenal sebagai "Kali Park," yang dinilainya tidak dapat dipercaya karena klaim "fantastis," termasuk tuduhan melibatkan pembunuh bayaran.

M
Tim Redaksi
Penulis: Maria Renata
📰 Update Terbaru