Oh menggunakan ruangan ini sepanjang tahun dengan bantuan pemanas ruangan dan selimut di musim dingin.
>>> Korea Luncurkan Panduan Digital untuk Wisatawan Asing Atasi Kecemasan Perjalanan
Biaya penataan kedua tempat persembunyian itu sekitar 1 juta won (Rp 12 juta). Ia menghemat dengan membeli meja bekas dan menggunakan karpet serta menara kucing yang sudah dimiliki.
Kafe Rumah yang Diterangi Matahari
Kim Ri-ha (39) di Gimpo, Provinsi Gyeonggi, memiliki balkon memanjang dari ruang belajar hingga kamar tidur.
Luas interior apartemen sekitar 640 kaki persegi (59,5 m²), sedangkan balkon sekitar 210 kaki persegi (19,5 m²).
Kim memutuskan tidak menutup balkon karena perbedaan ketinggian plafon. Sebagai gantinya, ia membagi balkon dengan partisi dan tirai menjadi tiga bagian.
Satu sisi untuk robot vakum dan tempat daur ulang, dua sisi lainnya dijadikan kafe rumah.
Balkon ruang tamu dilengkapi meja, kursi, lampu rotan, piring vintage, dan bunga artifisial. Kim bekerja dari rumah di sini.
Sementara balkon kamar tidur ia ubah menjadi dek kayu terinspirasi dari perjalanan ke Pulau Jeju.
“Daripada pergi ke kafe, saya bekerja di balkon. Waktu di rumah jadi bertambah banyak,” kata Kim.
Biaya penataan dua kafe rumah itu sekitar 2,8 juta won (Rp 33,6 juta), jauh lebih murah dibanding menutup balkon yang bisa mencapai 10 juta won.
Ketiga penghuni sepakat bahwa balkon terbuka memiliki pesona tersendiri. “Balkon yang dirancang dengan baik terasa seperti menambah ruangan baru di rumah,” kata Oh.
“Pesona balkon adalah Anda bisa melangkah keluar dari ruang tamu dan langsung masuk ke suasana yang sama sekali berbeda,” tambah Yoon.
“Balkon itu istimewa karena menjembatani dalam dan luar ruangan, membiarkan angin dan sinar matahari masuk,” kata Kim.
>>> Yoido Full Gospel Church Gelar Konferensi Misi Dunia ke-52
“Jika ingin menciptakan ruang unik yang mencerminkan gaya pribadi, saya sangat merekomendasikan memanfaatkannya sebaik mungkin.”