Permintaan global terhadap makanan Korea terus meningkat, didorong oleh popularitas K-content.
Data Kementerian Keamanan Pangan dan Obat-obatan Korea menunjukkan ekspor makanan Korea mencapai $7,86 miliar pada tahun lalu, naik 8,3 persen dari tahun sebelumnya.
>>> Dari Hotel hingga Kafe: Ide Interior Kreatif Ubah Balkon Apartemen
Mie Instan Jadi Primadona Ekspor
Ekspor mie instan melonjak 26,5 persen year-on-year menjadi $1,5 miliar, menjadikannya produk ekspor K-food teratas.
Gimbap beku menyusul dengan $776 juta, sementara rumput laut berbumbu tercatat $562 juta.
Ekspor gimbap beku tumbuh 180,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Rumput laut berbumbu juga naik 12,8 persen, mempertahankan statusnya sebagai salah satu ekspor makanan laut olahan terkemuka Korea.
Makanan Kesehatan Juga Naik Daun
Permintaan global terhadap makanan kesehatan fungsional Korea juga meningkat. Ekspor suplemen kesehatan mencapai $318 juta, naik 14,2 persen dari $279 juta tahun sebelumnya.
>>> Korea Gelar Acara Sastra di Paris Peringati 140 Tahun Hubungan dengan Prancis
Berdasarkan kategori, produk vitamin dan mineral menyumbang $81,8 juta, diikuti minyak mengandung EPA dan DHA sebesar $56,2 juta, serta probiotik $50,6 juta.
Ketiga kategori ini mencakup sekitar 60 persen dari total ekspor suplemen kesehatan.
Produksi Dalam Negeri Meningkat
Permintaan domestik suplemen kesehatan di Korea juga terus tumbuh. Produksi makanan kesehatan fungsional mencapai sekitar $2,05 miliar tahun lalu, naik 2,2 persen year-on-year.
Produksi vitamin dan mineral seperti vitamin D dan magnesium naik 16,3 persen menjadi $462 juta, mencatat nilai produksi tertinggi di antara semua kategori suplemen.
Vitamin dan mineral juga menggeser ginseng merah sebagai kategori terlaris dalam statistik penjualan domestik untuk pertama kalinya.
>>> Korea Luncurkan Panduan Digital untuk Wisatawan Asing Atasi Kecemasan Perjalanan
Sebaliknya, volume produksi ginseng merah, probiotik, dan ekstrak herbal campuran seperti Hemohim Angelica menurun dari tahun sebelumnya.